Kanker adalah penyakit yang kasusnya terus meningkat di seluruh dunia. Salah satu pengobatan utama kanker adalah kemoterapi, namun kemoterapi sering menyebabkan efek samping pada saluran pencernaan, terutama diare, yang berdampak pada kualitas hidup serta kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat menjaga keseimbangan bakteri dalam usus, memperkuat dinding usus, dan membantu sistem imun, sehingga diduga dapat membantu mengurangi diare akibat kemoterapi. Meta-analisis ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian probiotik dalam mengurangi kejadian diare pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Pencarian literatur dilakukan dan enam studi dengan total 363 pasien dimasukkan dalam analisis. Studi tersebut mencakup pasien dengan kanker saluran pencernaan, paru-paru, payudara, kolorektal, serviks, dan leukemia. Hasil analisis menggunakan Risk Ratio (RR) dengan model random effects menunjukkan bahwa pasien yang mendapat probiotik lebih besar kemungkinannya untuk tidak mengalami diare dibandingkan kelompok kontrol (RR = 1,42; 95% CI: 1,14–1,77; p = 0,002), meskipun ditemukan perbedaan yang cukup besar antar studi (I² = 58,4%; p = 0,035). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa probiotik berpotensi menjadi terapi pendamping yang bermanfaat untuk mengurangi diare pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Copyrights © 2026