Pulau Mandangin di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menghadapi krisis air bersih kronis akibat keterbatasan sumber air tawar, intrusi air laut, dan tingginya biaya distribusi air dari daratan. Masyarakat bergantung pada air hujan dan sumur galian yang kualitasnya menurun, terutama saat kemarau. Sebagai respon, tim pengabdian masyarakat melaksanakan pemberdayaan warga melalui pembuatan dan instalasi sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) portabel yang hemat energi dan ramah lingkungan. Sistem dirancang modular agar mudah dipindahkan, dioperasikan, dan dirawat oleh masyarakat, dengan tahapan survei kebutuhan, perancangan PFD, fabrikasi, pelatihan operator lokal, serta penyusunan panduan operasi dan pemeliharaan. Hasil pengujian kontinyu di workshop menunjukkan air umpan dengan TDS 8.480 ppm dapat diturunkan menjadi TDS permeat rata-rata 681,93 ppm (653–700 ppm) dengan rejection rate sekitar 92% dan debit permeat 1,66 L/menit pada tekanan operasi sekitar 20 bar. Kualitas permeat tergolong “fair” menurut WHO, namun masih belum memenuhi ambang TDS air minum <500 ppm sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023. Program ini meningkatkan akses air bersih serta kapasitas masyarakat dalam pengelolaan teknologi secara mandiri.
Copyrights © 2026