Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat penggunaan alat berat, kondisi lingkungan kerja yang ekstrem, serta paparan berbagai potensi bahaya. Oleh karena itu, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) menjadi instrumen penting dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja di industri pertambangan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan efektivitas SMKP dalam mencegah kecelakaan kerja berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Data diperoleh dari enam artikel jurnal ilmiah nasional yang relevan dan dipublikasikan pada periode 2021–2024. Analisis dilakukan dengan mengkaji tingkat penerapan SMKP, faktor penyebab kecelakaan kerja, serta jenis pengendalian risiko yang diterapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa SMKP telah diterapkan pada sebagian besar perusahaan pertambangan, namun efektivitasnya masih belum optimal karena tingkat risiko kecelakaan kerja berada pada kategori sedang hingga tinggi. Faktor utama penyebab kecelakaan kerja meliputi tindakan tidak aman, kondisi tidak aman, rendahnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta lemahnya pengendalian teknis. Selain itu, pengendalian risiko masih didominasi oleh pengendalian administratif dan penggunaan alat pelindung diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas SMKP sangat dipengaruhi oleh kualitas implementasi, komitmen manajemen, budaya keselamatan, dan keterlibatan aktif pekerja.
Copyrights © 2026