Industri minyak dan gas (migas) merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat kompleksitas proses operasional, penggunaan bahan berbahaya, serta potensi bahaya seperti kebakaran, ledakan, dan paparan gas beracun. Dalam upaya pengendalian risiko, berbagai sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seperti SMK3, HIRARC, dan HAZID telah diterapkan. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan dalam implementasinya, antara lain rendahnya kepatuhan terhadap prosedur, kurang optimalnya penggunaan alat pelindung diri (APD), serta lemahnya pengawasan di lapangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa efektivitas penerapan sistem K3 belum sepenuhnya optimal dan memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi, khususnya melalui pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berbasis data dalam menurunkan angka kejadian kecelakaan kerja pada kilang minyak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, laporan penelitian, standar regulasi, serta dokumen terkait lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mengidentifikasi, membandingkan, dan mengkaji temuan penelitian sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan SMK3 berbasis data mampu meningkatkan efektivitas pengendalian risiko melalui pemantauan kinerja keselamatan secara sistematis, namun masih terdapat gap antara konsep dan implementasi di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komitmen manajemen, peningkatan pengawasan, serta optimalisasi pemanfaatan data untuk mendukung keberhasilan implementasi SMK3 secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026