Pengelolaan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan instrumen krusial dalam menjaga sanitasi lingkungan serta menjamin standar keselamatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan penyimpanan limbah medis di rumah sakit dengan menyoroti ketidaksiapan infrastruktur dalam menghadapi lonjakan volume limbah, terutama pasca-situasi darurat kesehatan global yang menyebabkan kapasitas Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) melampaui batas (overload). Ketidaksesuaian prosedur penyimpanan dengan standar teknis terbaru juga memicu risiko keselamatan kerja yang signifikan bagi petugas kebersihan, ditambah dengan temuan kerusakan fisik infrastruktur seperti kebocoran atap dan sistem drainase yang buruk yang berpotensi mencemari ekosistem sekitar. Berbeda dengan studi terdahulu yang secara konsisten mengandalkan teknik pengumpulan data konvensional melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan berbasis checklist, penelitian ini mengusulkan pengembangan metode yang lebih mendalam dan akurat. Pendekatan yang digunakan mencakup integrasi audit internal rutin serta pengambilan sampel limbah secara berkelanjutan sesuai dengan standar SNI untuk menghasilkan data timbulan yang lebih representatif. Melalui analisis yang komprehensif, diharapkan penelitian ini dapat memberikan rekomendasi teknis bagi rumah sakit dalam mengoptimalkan tata kelola penyimpanan limbah medis yang adaptif terhadap fluktuasi volume dan mematuhi regulasi kesehatan kerja serta lingkungan hidup demi keberlanjutan operasional rumah sakit yang aman.
Copyrights © 2026