Penerapan ergonomi lingkungan fisik di Indonesia menghadapi masalah tingginya risiko kelelahan kerja akibat paparan faktor fisis intensitas pencahayaan aktual yang substandar di berbagai sektor kerja.Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 15 artikel ilmiah terakreditasi nasional periode 2017–2026 dari basis data Google Scholar melalui teknik analisis isi content analysis .Hasil sintesis menunjukkan ketidaksesuaian pencahayaan aktual yang tinggi terhadap regulasi Permenaker No. 5/2018, Permenkes No. 2/2023, dan SNI 7062:2019, di mana mayoritas area berada di bawah 300 lux, bahkan menyentuh 19 lux. Defisit cahaya ini berkorelasi positif kuat memicu kelelahan mata visual fatigue yang bertindak sebagai mediator pengikis produktivitas kerja, di mana risikonya ditemukan berlipat ganda pada pekerja shift malam, Kesimpulan penelitian ini mendorong pengelola tempat kerja untuk menerapkan sistem pencahayaan dinamis yang adaptif terhadap rotasi waktu kerja serta melakukan inovasi rekayasa arsitektural berupa pemasangan light shelves atau modifikasi armatur pencahayaan buatan demi mencapai kenyamanan visual pekerja.
Copyrights © 2026