Salah satu cara untuk membuat pembelajaran fisik lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik adalah dengan menggunakan teknologi digital. Terbukti bahwa Augmented Reality (AR) dapat memvisualisasikan ide-ide fisik yang abstrak. Namun, karena kurangnya kemampuan guru untuk membuat media pembelajaran berbasis AR, penggunaan AR di sekolah masih terbatas. Melalui pelatihan dan pendampingan, kegiatan ini dilakukan di kota Serang, provinsi Banten, Indonesia, untuk meningkatkan kemampuan guru fisika sekolah menengah dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality. Analisis kebutuhan, penyebaran materi, pelatihan dan praktik pengembangan media, pendampingan, dan evaluasi kegiatan adalah semua pendekatan yang digunakan dalam studi kasus ini. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan dan kemampuan peserta meningkat dalam desain dan pembuatan media pembelajaran berbasis AR. Peserta juga berhasil membuat media pembelajaran yang sesuai dengan sifat materi fisika dan siap digunakan selama proses pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kepercayaan diri guru dalam penggunaan teknologi digital sebagai bagian dari inovasi pembelajaran. Ini juga mendorong pembentukan budaya kerja sama dan berbagi praktik baik antar guru. Oleh karena itu, salah satu jenis pengembangan profesional yang berguna adalah pelatihan tentang pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality. Ini juga membantu mendukung pengembangan pembelajaran fisika yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026