Kekerasan terhadap perempuan merupakan persoalan sosial yang berdampak terhadap kondisi psikologis, hubungan sosial, keamanan, dan keberfungsian korban. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi lembaga pendamping perempuan dalam menangani konflik sosial korban kekerasan berbasis nilai-nilai keagamaan di Kota Medan, dengan fokus pada kesiapan lembaga, koordinasi antarlembaga, kesadaran masyarakat, dan kendala pendampingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, buku, peraturan perundang-undangan, laporan pemerintah, serta dokumen dan publikasi yang relevan dengan kekerasan terhadap perempuan, pendampingan korban, konflik sosial, kelembagaan, dan nilai keagamaan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses seleksi, pengelompokan, interpretasi, dan sintesis berbagai sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pendampingan bersifat multidimensional, meliputi pengaduan, asesmen, perlindungan, pendampingan hukum dan psikologis, pemulihan, serta reintegrasi sosial. Efektivitasnya dipengaruhi kesiapan sumber daya, koordinasi lintas lembaga, dukungan masyarakat, dan keterbatasan akses layanan. Nilai keagamaan dapat memperkuat pemulihan melalui penguatan spiritual, solidaritas, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas lembaga dan integrasi layanan yang berorientasi pada perlindungan serta pemberdayaan korban.
Copyrights © 2026