Mesiono
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMAHAMAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN PENERAPANNYA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN Habibi; Arfin Hasibuan; Fitri Yulia; Khairul Ameer; Mesiono; Haidir
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2025): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v13i2.6212

Abstract

Manajemen pendidikan mengacu pada serangkaian proses yang sistematis dan terstruktur, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi seluruh kegiatan dalam lembaga pendidikan. Dalam rangka menjaga kualitas pendidikan Islam dan mengatasi tantangan-tantangan tersebut, penting bagi para pemangku kepentingan pendidikan, seperti pengelola lembaga pendidikan, guru, dan masyarakat, untuk memahami dan menerapkan manajemen pendidikan Islam secara tepat. diabaikan dalam konteks pengelolaan SDM pendidikan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip utama dalam penerapan manajemen Islam dalam lembaga pendidikan dan menganalisis konsep dan defenisi manajemen pendidikan islam. Metode penelitian deskriptif kualitatif merupakan jenis, desain, atau rancangan penelitian yang biasa digunakan untuk meneliti objek penelitian yang alamiah atau dalam kondisi riil dan tidak disetting seperti pada eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manajemen pendidikan Islam, dengan fokus pada pengelolaan yang Islami, memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam membangun peradaban umat yang berkeadilan, sejahtera, dan berdaya saing global.upaya berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas manajemen pendidikan Islam agar dapat menjawab tantangan zaman, sekaligus menjaga relevansi dan kedalaman nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Kepemimpinan dalam Manajemen Sumber Daya Manusia di Era Pendidikan 4.0 Hendra; Zultoni Lubis; Jefri Afrizal; Nurhalimah; Mesiono; Haidir
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2273

Abstract

Kepemimpinan yang tidak memiliki visi strategis, cenderung sentralistik, serta minim partisipasi telah menciptakan hambatan struktural dan budaya yang menghambat pengembangan dosen. Kurangnya dukungan terhadap inovasi, resistensi terhadap transformasi digital, tidak adanya sistem insentif akademik, serta praktik favoritisme menjadi faktor penghambat utama dalam penguatan budaya akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kepemimpinan terhadap pengembangan dosen di Perguruan Tinggi Agama Islam Kota Tanjungbalai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dilaksanakan di salah satu Perguruan Tinggi Agama Islam yang berada di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari berbagai elemen sivitas akademika yang memiliki pengalaman dan pengetahuan langsung terkait isu yang diteliti, yaitu dosen senior, dosen muda, Staf akademik dan administrasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik yakni reduksi data, kategorisasi data, penyajian data, penarikan Kesimpulan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan di Perguruan Tinggi Agama Islam belum menjalankan peran transformatif sebagaimana yang dibutuhkan dalam menghadapi tuntutan globalisasi dan digitalisasi pendidikan. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengelolaan pendidikan tinggi keagamaan, khususnya dalam membangun sistem kepemimpinan yang partisipatif, visioner, dan mendukung pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Adapun keterbatasan penelitian terletak pada ruang lingkup institusi yang sempit dan pendekatan kualitatif yang belum mencakup pengukuran kuantitatif. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengadopsi pendekatan campuran (mixed methods) dan memperluas cakupan studi ke berbagai Perguruan Tinggi Agama Islam lainnya di Indonesia.
Implementation Of Prophetic Communication Of The Head Of Man Medan City (Multi-Site Study In MAN Medan) Umi Kalsum; Mesiono; Achyar Zein
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Transformative Islamic education management
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndhq.v10i2.183

Abstract

This study aims to: 1) Analyze the prophetic communication method of the Madrasah Principal at MAN Kota Medan; 2) Analyze the role of the Madrasah Principal in implementing prophetic communication; 3) Identify supporting and inhibiting factors; and 4) Understand the prophetic communication model applied. The approach used is qualitative with a case study type and multi-site design. A qualitative approach with a multi-site case study method is used to deeply understand the application of the communication model. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies, and analyzed using a cross-site analysis approach. The results of the study indicate that the Madrasah Principal at MAN Kota Medan applies prophetic communication based on exemplary behavior, compassion, wisdom, and empathy. Although all madrasahs refer to the principles of communication of the Prophet Muhammad SAW, each has its own uniqueness in its implementation. The role of the madrasah principal is identified as a communicative, solution-oriented, and spiritual role model, and contributes to the formation of an Islamic and harmonious madrasah culture. Supporting and inhibiting factors for prophetic communication were found to be related to leadership, madrasah culture, and HR competency. Each madrasah shows its uniqueness: MAN 1 excels in the culture of deliberation and religious programs, MAN 2 in interpersonal relationships and teacher competence, and MAN 3 in the adaptation of technology based on prophetic values. The prophetic communication model applied includes the principles of Qaulan Sadidan, Qaulan Balighan, Qaulan Maisuran, Qaulan Layyinan, Qaulan Kariman, and Qaulan Ma'rufan. This model creates a harmonious, supportive, and productive madrasah environment, while creating a learning atmosphere that is conducive to students' academic and spiritual development.