Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Halal product consumption is a religious obligation and a reflection of Muslim awareness, yet awareness does not always align with consistent consumption behavior. This study aims to analyze the understanding, awareness, and considerations of halal consumption among Generation Z students from the perspective of Maqashid Syariah. The research employs a qualitative descriptive approach with in-depth interviews of ten informants from the Faculty of Dirasah Islamiyah, Universitas Islam Bandung, selected through purposive sampling. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The findings reveal that students possess strong halal awareness in cognitive and affective dimensions, but a gap exists in the conative dimension due to situational factors such as time pressure and excessive security from living in a Muslim-majority environment, a novel finding rarely addressed in previous studies. From the Maqashid Syariah perspective, students' consumption behavior has aligned with the five maqashid dimensions (hifz ad-din, hifz an-nafs, hifz al-aql, hifz an-nasl, hifz al-mal), although implementation still needs strengthening. This research contributes to the study of halal consumption behavior by highlighting specific situational factors within an Islamic campus environment. Abstrak. Konsumsi produk halal merupakan kewajiban syariat dan cerminan kesadaran Muslim, namun kesadaran tidak selalu sejalan dengan perilaku konsumsi yang konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman, kesadaran, dan pertimbangan konsumsi halal mahasiswa Generasi Z serta meninjaunya dari perspektif Maqashid Syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam kepada sepuluh informan dari Fakultas Dirasah Islamiyah Universitas Islam Bandung yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memiliki kesadaran halal yang kuat pada dimensi kognitif dan afektif, namun terdapat kesenjangan pada dimensi konatif akibat faktor situasional seperti terburu-buru dan rasa aman berlebih di lingkungan mayoritas Muslim, temuan kebaruan yang belum banyak diangkat. Dari perspektif Maqashid Syariah, perilaku konsumsi mahasiswa telah mengarah pada kelima dimensi maqashid (hifz ad-din, hifz an-nafs, hifz al-aql, hifz an-nasl, hifz al-mal), meskipun implementasi perlu diperkuat. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian perilaku konsumsi halal dengan menyoroti faktor situasional spesifik di lingkungan kampus Islam.
Copyrights © 0000