Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap makna dan proses pembentukan kecerdasan emosional santri salaf dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis untuk mengungkap pengalaman santri dalam menghayati budaya pesantren sebagai proses pembentukan kecerdasan emosional di Pondok Pesantren Aribatul Islami Kaliwungu, Kendal. Penggalian data di peroleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aktivitas pesantren seperti kegiatan sekolah, jamaah, musyawarah, mujahadah, ro’an, lalaran, dan bahtsul masa’il berfungsi sebagai sarana latihan nyata dan pembentukan habitus bagi santri untuk menginternalisasi lima komponen kecerdasan emosional menurut Goleman kesadaran diri, pengelolaan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Pesantren salaf dengan sistem pendidikannya yang khas berperan sebagai hidden curriculum yang menumbuhkan nilai keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial melalui pengalaman konkret keseharian sehinggga menjadi sebuah habitus.
Copyrights © 2026