Penelitian ini bertujuan mengembangkan media edukasi interaktif untuk memperkenalkan dan memperdalam pemahaman filosofi motif batik Nusantara melalui integrasi Augmented Reality (AR) dan Generative AI pada perangkat Android. Aplikasi yang dikembangkan, yaitu ARBatik Nusantara, memanfaatkan 20 marker motif batik untuk menampilkan objek 3D dan informasi dasar, serta menyediakan fitur tanya-jawab kontekstual berbasis Generative AI berbasis API melalui mekanisme prompt yang disusun dari motif yang terdeteksi. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Evaluasi dilakukan melalui pengujian fungsionalitas menggunakan Boundary Value Analysis (BVA) pada 9 skenario uji, serta pengujian usability menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap 30 responden. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fungsi aplikasi berjalan dengan baik dan memperoleh status accepted. Sementara itu, pengujian usability menghasilkan skor 82 yang berada pada kategori Acceptable, Grade A, dan Excellent. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi AR dan Generative AI pada aplikasi ARBatik Nusantara layak digunakan sebagai media edukasi interaktif untuk mendukung pengenalan budaya batik secara lebih imersif, personal, dan kontekstual. Abstract This study aims to develop an interactive educational medium to introduce and deepen users’ understanding of the philosophical meanings of Nusantara batik motifs through the integration of Augmented Reality (AR) and Generative AI on Android devices. The developed application, ARBatik Nusantara, employs 20 batik motif markers to display 3D objects and basic information, while also providing contextual question-answering features powered by Generative AI base on API through prompts constructed from the detected motif. The application was developed using the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) method, consisting of concept, design, material collecting, assembly, testing, and distribution. The evaluation involved functionality testing using Boundary Value Analysis (BVA) across 9 test scenarios and usability testing using the System Usability Scale (SUS) involving 30 respondents. The results showed that all application functions operated properly and achieved an accepted status. Meanwhile, the usability test yielded a score of 82, which falls into the Acceptable, Grade A, and Excellent categories. These findings indicate that the integration of AR and Generative AI in ARBatik Nusantara is feasible as an interactive educational medium to support more immersive, personalized, and contextual batik learning.
Copyrights © 2026