Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Acne vulgaris is a common inflammatory skin disorder, including in Indonesia with a prevalence reaches 80–85%. The increasing risk of bacterial resistance associated with prolonged antibiotic use has encouraged the exploration of natural antibacterial agents. Sweet starfruit (Averrhoa carambola L.) leaf are known to contain secondary metabolites with antibacterial properties. This study aimed to evaluate the antibacterial activity. The leaves were extracted by maceration using 70% ethanol. Antibacterial activity was evaluated using the agar well diffusion method at concentrations of 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%. The 30% extract showed the highest antibacterial activity, with inhibition zones of 11.12 ± 0.38 mm against C.acnes and 11.62 ± 0.21 mm against S.epidermidis. Statistical analysis revealed significant differences among the treatment groups (p<0,05). The 70% ethanol extract of sweet starfruit (Averrhoa carambola L.) leaves possesses antibacterial activity against both acne-associated bacteria, with greater inhibitory activity against S.epidermidis than C.acnes. Abstrak. Jerawat (acne vulgaris) merupakah salah satu masalah kulit yang sering dijumpai diberbagai negara, termasuk Indonesia dengan prevalensi mencapai 80% - 85%. Penggunaan antibiotik jangka panjang berpotensi menyebabkan resistensi bakteri. Daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung metabolit sekunder yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri daun belimbing manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri. Ekstrasi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan difusi agar teknik sumuran pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Hasil menujukkan ekstrak daun belimbing manis pada konsentrasi 30% mampu menghasilkan diameter zona hambat sebesar 11,12 mm ± 0,38 terhadap C.acnes dan 11,62 mm ± 0,21 terhadap S.epidermidis. analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap C.acnes dan S.epidermidis, dengan aktivitas yang lebih baik terbaik bakteri S.epidermidis.
Copyrights © 0000