Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Moringa leaves (Moringa oleifera L.) are a plant source rich in secondary metabolites. This study aimed to determine the quality of the crude drugs through characterization and to identify classes of secondary metabolites in both the crude drugs and the extract using phytochemical screening. Crude drugs characterization included total ash content, acid-insoluble ash content, water-soluble extractive content, ethanol-soluble extractive content, moisture content, and loss on drying. Phytochemical screening was performed on the crude drugs and extract to identify classes of compounds including alkaloids, flavonoids, phenols, tannins, and saponins. The results indicated that all parameters met the quality standard requirements set by the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. Phytochemical screening of the crude drugs revealed the presence of alkaloids, flavonoids, phenols, tannins, and saponins, whereas alkaloids, flavonoids, phenols, and tannins were identified in the extract. These findings demonstrate that characterization and phytochemical screening provide valuable information regarding the quality and secondary metabolite profiles of Moringa leaf crude drugs and extracts, which can serve as a basis for the standardization of raw materials. Abstrak. Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu tanaman yang kaya akan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan mutu simplisia dengan karakterisasi dan mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder pada simplisia dan ekstrak dengan skrining fitokimia. Karakterisasi simplisia meliputi kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kadar air, dan susut pengeringan. Skrining fitokimia dilakukan terhadap simplisia dan ekstrak untuk mengidentifikasi golongan senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter memenuhi persyaratan standar mutu yang mengacu pada Farmakope Herbal Indonesia. Hasil skrining fitokimia pada simplisia menunjukkan adanya golongan senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan saponin, sedangkan pada ekstrak teridentifikasi golongan senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, dan tanin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses karakterisasi dan skrining fitokimia mampu memberikan informasi mengenai mutu serta profil metabolit sekunder simplisia dan ekstrak daun kelor yang dapat digunakan sebagai dasar standardisasi bahan baku.
Copyrights © 0000