Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. The shift toward Islamic financial behavior among Muslim youth is often assumed to be driven mainly by religious awareness. This study examines the effect of religious awareness, Islamic financial knowledge, and religious-economic motivation on the decision to use Islamic financial services among alumni of Darul Arqam Muhammadiyah Garut, class of 2022. Using a quantitative survey method, data were collected from 122 respondents (Slovin formula, 5% margin of error, population of 175) through a Likert-scale questionnaire, then analyzed using multiple linear regression. The results show that Islamic financial knowledge (β = 0.522) and religious-economic motivation (β = 0.361) have a significant positive effect on the decision, while religious awareness has a significant negative effect (β = −0.147, p = 0.021). Simultaneously, the three variables significantly affect the decision (F = 25.015, p < 0.001) and explain 38.9% of its variance (R² = 0.389). The negative effect of religious awareness suggests that highly religious respondents tend to critically evaluate the sharia compliance of financial products rather than adopt them uncritically. These findings imply that religiosity alone is insufficient to drive Islamic financial inclusion without adequate financial literacy. Abstrak. Pergeseran perilaku keuangan generasi muda Muslim ke arah layanan keuangan syariah kerap diasumsikan semata didorong oleh kesadaran religius. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesadaran religius, pengetahuan keuangan syariah, dan motivasi keagamaan dan ekonomi terhadap keputusan menggunakan layanan keuangan syariah pada alumni Darul Arqam Muhammadiyah Garut angkatan 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan dari 122 responden (rumus Slovin, margin of error 5%, populasi 175 orang) melalui kuesioner skala Likert, lalu dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan syariah (β = 0,522) dan motivasi keagamaan dan ekonomi (β = 0,361) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan, sedangkan kesadaran religius justru berpengaruh negatif dan signifikan (β = -0,147, p = 0,021). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan (F = 25,015, p < 0,001) dan mampu menjelaskan 38,9% variasinya (R² = 0,389). Pengaruh negatif kesadaran religius mengindikasikan bahwa responden dengan kesadaran religius tinggi justru bersikap kritis terhadap kesesuaian syariah produk keuangan, bukan menerimanya begitu saja. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas semata tidak cukup untuk mendorong inklusi keuangan syariah tanpa disertai literasi keuangan yang memadai.
Copyrights © 0000