Perkembangan bisnis online saat ini, menuntut kecakapan dan keterampilan yang fenomenal. Akan tetapi, banyak UMKM yang kesulitan mengikuti perkembangan perubahan tren digital, dikarenakan keterbatasan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana UMKM Rizquna mengatasi tantangan tersebut, melalui optimalisasi pengembangan talenta karyawan dengan metode pendampingan langsung. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman mendalam dari lima informan kunci, mulai dari pemilik usaha, tim pengelola, tim pemasaran, dan tim pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan talenta di UMKM Rizquna tidak dilakukan melalui pelatihan formal, melainkan melalui pendekatan menyeluruh, seperti belajar langsung sambil bekerja, pengawasan langsung dari pemilik, dan evaluasi langsung saat terjadi kesalahan di lapangan. Metode ini terbukti mampu mengubah waktu adaptasi karyawan, meningkatkan kecepatan respons terhadap pelanggan, serta meminimalisir kesalahan operasional yang berisiko menurunkan penilaian toko di marketplace. Penelitian ini menegaskan bahwa untuk skala usaha mikro, kunci keberlanjutan bisnis bukan terletak pada kecakapan dalam teknologi, melainkan pada kecakapan staf dalam menghadapi perubahan sistem marketplace. Temuan ini memberikan wawasan bagi pemilik usaha mikro bahwa keterbatasan modal bukanlah penghalang untuk memiliki tim yang kompeten, tetapi keterlibatan aktif pemimpin dalam pendampingan pada karyawan secara langsung.
Copyrights © 2026