Pengeringan cabai memerlukan keseimbangan antara kecepatan proses dan penggunaan energi. Penelitian ini mengevaluasi trade-off kinerja pengering cabai berbahan bakar sekam padi pada tiga kecepatan aliran udara, yaitu 4 m/s (V1), 6 m/s (V2), dan 8 m/s (V3), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi temperatur ruang pengering, kadar air akhir sebagai kriteria penghentian, waktu dan laju pengeringan, konsumsi sekam, specific fuel consumption (SFC), dan efisiensi termal. Analisis inferensial difokuskan pada laju pengeringan, konsumsi sekam, dan efisiensi termal karena kadar air akhir ditetapkan mendekati target operasi sekitar 12%. Asumsi ANOVA diperiksa melalui uji Shapiro-Wilk pada residual dan Levene, serta dilengkapi analisis Kruskal-Wallis sebagai uji sensitivitas. Kecepatan 8 m/s menghasilkan proses tercepat dengan laju pengeringan 0,444 ± 0,006 kg/jam dan waktu 216,7 ± 2,9 menit. Kecepatan 6 m/s memberikan kinerja energi terbaik dengan konsumsi sekam 1,647 ± 0,025 kg, SFC 1,028 ± 0,016 kg sekam/kg air, dan efisiensi termal 17,92 ± 0,28%. Indeks kinerja multi-kriteria berbobot sama untuk laju pengeringan, waktu, konsumsi sekam, SFC, dan efisiensi termal menghasilkan skor 0,807 untuk V2, 0,588 untuk V3, dan 0,000 untuk V1. Dengan demikian, 6 m/s merupakan kondisi operasi terbaik di antara taraf 4-8 m/s yang diuji ketika produktivitas proses dan efisiensi energi dipertimbangkan secara seimbang.
Copyrights © 2026