Kegiatan pengolahan bauksit menjadi alumina di Kalimantan Barat menghasilkan limbah padat berupa lumpur merah (red mud) dalam jumlah besar yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, kebutuhan material tanah timbunan untuk pembangunan infrastruktur jalan terus meningkat, sementara ketersediaan material alam semakin terbatas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah lumpur merah (red mud) sebagai bahan tambahan pada tanah timbunan yang distabilisasi dengan semen terhadap sifat fisis tanah. Adapun variasi campuran yang digunakan adalah kadar Portland Composite Cement atau Semen Portland 3%, serta variasi red mud sebesar 25% dan 50% dari berat kering tanah, baik tanpa maupun dengan penambahan semen dan variasi masa pemeraman 0, 7, dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukan penambahan Red Mud dan Semen menurunkan nilai kadar air namun bertambahnya Red Mud kadar air mengalami peningkatan,untuk berat jenis penambahan Red Mud Meningkatkan nilai Berat Jenis untuk nilai batas cair (LL) menurun dan untuk batas plastis meningkat sehingga indeks plastisitas menurun yang awalnya 14,897% menurun menjadi 4,612% sehingga memenuhi dalam perancanngan struktur fondasi bawah kelas B dan S. Serta dari Pengujian Hidrometer dan Analisa Saringan butiran tanah menjadi lebih besar dibandingkan dengan butiran tanah asli.
Copyrights © 2026