Lumpur merah (red mud) merupakan limbah padat hasil pengolahan bauksit menjadi alumina melalui metode bayer yang bersifat alkalis tinggi dan dihasilkan dalam jumlah besar, sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan kembali. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah sebagai material tambahan pada lapis fondasi jalan, namun perbedaan karakteristik mekanis antara lumpur merah dan tanah dapat memengaruhi daya dukung campuran yang dievaluasi melalui nilai CBR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pencampuran tanah dan lumpur merah, serta pengaruh penambahan semen 3% dengan variasi masa pemeraman yang berbeda terhadap nilai CBR campuran. Pengujian meliputi pemadatan standar untuk mendapatkan parameter kepadatan kering maksimum (MDD) dan parameter kadar air optimum (OMC), serta pengujian CBR pada kondisi kering (unsoaked) dan rendaman (soaked). Hasil penelitian menunjukkan pencampuran tanah dengan lumpur merah menyebabkan nilai MDD dan CBR menurun, sedangkan OMC meningkat. Penambahan semen 3% secara umum meningkatkan nilai CBR unsoaked dan soaked, dengan CBR unsoaked terus meningkat seiring bertambahnya masa pemeraman, meskipun MDD campuran menurun dan OMC meningkat, terutama pada campuran berpersentase lumpur merah besar. Namun, keberadaan lumpur merah dalam persentase besar menurunkan efektivitas semen, sehingga nilai CBR campuran yang distabilisasi semen tetap tidak melebihi nilai CBR tanah yang distabilisasi semen tanpa lumpur merah. Kata Kunci: CBR, kepadatan, lumpur merah, stabilisasi semen, subgrade.
Copyrights © 2026