Borneo Nursing Journal
Vol. 8 No. 2 (2026)

Analisis Faktor Risiko Perilaku terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri di Bengkel Las Fadly Tondano

Theresia Palumpun (Universitas Negeri Manado)
Jilly Toar (Universitas Negeri Manado)
Augustinus Robin Butarbutar (Universitas Negeri Manado)



Article Info

Publish Date
25 Aug 2026

Abstract

Pekerjaan pengelasan merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi sehingga memerlukan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan potensi bahaya di tempat kerja. Berdasarkan hasil observasi awal di Bengkel Las Fadly Tondano, diketahui bahwa penggunaan APD oleh pekerja masih belum optimal. Pekerja cenderung hanya menggunakan pelindung mata, sedangkan APD lain seperti sarung tangan, masker, sepatu pelindung, dan pelindung tubuh belum digunakan secara konsisten. Selain itu, ketersediaan APD di bengkel masih terbatas dan belum memenuhi kebutuhan pekerja secara menyeluruh. Pengawasan terhadap penggunaan APD juga belum dilakukan secara tegas, sehingga pekerja lebih banyak mengandalkan kebiasaan dan pengalaman kerja dibandingkan dengan penerapan prosedur keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko perilaku pekerja terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Bengkel Las Fadly Tondano. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai analisis faktor risiko perilaku terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Bengkel Las Fadly Tondano, maka dapat disimpulkan bahwa: Faktor perilaku pekerja yang meliputi pengetahuan, sikap, dan persepsi risiko berpengaruh terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Pekerja pada umumnya sudah mengetahui bahwa APD berfungsi untuk melindungi diri dari bahaya kerja, seperti percikan api, panas, cahaya las, asap las, dan risiko luka akibat alat kerja. Namun, pengetahuan tersebut masih bersifat umum dan belum sepenuhnya diterapkan dalam perilaku kerja sehari-hari. Sikap pekerja terhadap penggunaan APD juga belum sepenuhnya mendukung karena APD dianggap kurang nyaman, panas, ribet, membatasi gerakan, dan memperlambat pekerjaan. Selain itu, persepsi risiko pekerja masih rendah karena bahaya kerja dianggap sebagai hal yang biasa akibat kebiasaan dan pengalaman kerja. Kondisi tersebut menyebabkan penggunaan APD belum dilakukan secara lengkap dan konsisten; Faktor pendukung dan penghambat penggunaan APD meliputi ketersediaan APD, pengawasan, budaya keselamatan kerja, dan kebiasaan pekerja. Namun, faktor-faktor tersebut lebih banyak menjadi penghambat karena ketersediaan APD di Bengkel Las Fadly Tondano masih terbatas dan belum memenuhi kebutuhan pekerja secara menyeluruh. APD yang tersedia umumnya hanya berupa pelindung mata, masker, dan sarung tangan, sedangkan APD lain seperti sepatu pelindung dan pelindung tubuh belum tersedia secara memadai. Pengawasan terhadap penggunaan APD juga belum dilakukan secara tegas dan konsisten, serta belum terdapat aturan tertulis atau sanksi yang jelas bagi pekerja yang tidak menggunakan APD. Budaya keselamatan kerja belum terbentuk dengan baik karena penggunaan APD belum menjadi kebiasaan rutin pekerja. Dengan demikian, penggunaan APD pada pekerja Bengkel Las Fadly Tondano masih rendah dan perlu ditingkatkan melalui penyediaan APD yang lengkap, pengawasan yang lebih tegas, serta pembentukan budaya kerja aman.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

BNJ

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Neuroscience Nursing Public Health

Description

Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan ...