Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERANAN VITAMIN A TERHADAP KESEHATAN MATA USIA 6 SAMPAI DENGAN 11 TAHUN (STUDI KASUS DI DESA MAPANGET KECAMATAN TALAWAAN KABUPATEN MINAHASA UTARA) Augustinus Robin Butarbutar; Melky Pangemanan
OLYMPUS: Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.98 KB) | DOI: 10.53682/jo.v3i1.4220

Abstract

Vitamin A kebanyakan berasal dari bahan makanan sehari – hari terutama sayuran dan buah – buahan serta dari daging. Penyakit mata bukan hanya berasal dari makanan buruk tetapi juga berasal dari kegiatan sehari – hari yaitu kena debu, kena hewan dan dari aktivitas elektronik pada anak – anak usia 6 – 11 tahun. Tujuan jangka panjang mengatasi penyakit mata yaitu membuat program bagi masyarakat pedesaan di tiap pos kesehatan desa tentang pencegahan penyakit mata yang diatur pemerintah desa yang dikoordinasikan dengan pusat kesehatan mata propinsi. Target khusus yang dicapai dalam metode ini adalah melatih masyarakat tentang kesehatan mata terutama anak – anak untuk mengadakan kunjungan rutin pada penderita penyakit mata dan memberikan peran bagaimana mengatasinya dan mencegahnya. Dari data penelitian menunjukan bahwa perbedaan antara umum 6 sampai 8 tahun dan 9 sampai 11 tidak terlalu memberikan perbedaan jauh serta pria dan wanita pun juga memiliki hasil yang sama. Tetapi makanan yang bergizi dan penglihatan yang baik sangatlah erat hubungannya. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa vitamin A yang terkandung di dalam makanan yang bergizi mempunyai peranan yang baik dalam kesehatan mata terutama pada penglihatan mata. Ini bisa dilihat pada angka dimana keduanya saling mengikuti atau sama artinya makanan bergizi berpengaruh baik pada penglihatan mata, begitu sebaliknya
Profil Status Gizi Kelompok Lansia di Jemaat Karmel Pinokalan Kota Bitung Dewianti Monicha Rumahmury; Maxi L. Moleong; Agustinus Butar-Butar
OLYMPUS: Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jo.v3i2.5548

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi dan digunakan secara efesien akan tercapai status gizi optimal yang memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja, dan kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin, jika dalam keadaan sebaliknya maka akan terjadi masalah gizi. Gangguan gizi pada lansia diakibatkan karena perubahan struktur tubuh yang semakin menua, sehingga terjadinya penurunan fungsi organ yang menyebabkan lansia mengalami perubahan postur tubuh menjadi gemuk ataupun kurus. Di Jemaat Karmel Pinokalan di dapati bahwa ada beberapa lansia yang status gizinya kurang baik, terlihat dari postur tubuh lansia ada yang gemuk sehingga mempengaruhi aktivitas gerak lansia dan juga ada lansia yang postur tubuhnya terlalu kurus sehingga mudah kelelahan karena kurangnya energi. Hal tersebut dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari dari para lansia. Sehingga diharapkan untuk pihak keluarga agar selalu memperhatikan pola makan dari lansia karena dengan pola makan yang baik lansia bisa mendapatkan status gizi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bagaimana gambaran tentang Status Gizi lansia di Jemaat Karmel Pinokalan Kota Bitung. Penelitian ini menggunakan survey deskriptif. Dengan populasi penelitian semua lansia yang terdata di Jemaat Karmel Pinokalan yang berjumlah 113 orang. Dengan tekhnik pengambilan sampel secara acak dan dibatasi dengan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan hasil 20 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Timbangan Injak, Stadiometer, lembar observasi dan alat tulis. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa sebanyak 60% berjenis kelamin perempuan dengan rata-rata usia 60-65 tahun, dengan berat badan terbanyak >61kg dan tinggi badan 130-140cm, serta status gizi berdasarkan IMT didapati sebanyak 70% tergolong dalam status gizi buruk.
KADAR KOLESTEROL DARAH TOTAL PADA PASIEN RAWAT JALAN LAKI - LAKI USIA 40 SAMPAI DENGAN 70 TAHUN DI RUMAH SAKIT TNIA AU LANUD SAM RATULANGI MANADO Augustinus Robin Butarbutar; Melky Pangemanan
OLYMPUS: Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jo.v4i1.7110

Abstract

Di zaman modern ini pola makan sehari – hari menjadi berubah dengan mengkonsumsi makanan yang cepat saji, dimana makanan yang dimasak dengan mudah dan cepat, baik daging ikan, ayam, sapi, kambing dan lain – lain yang kebanyakan mengandung lemak. Salah satu jenis lemak yang paling dikenal adalah kolesterol. Jika akumulasi kolesterol dalam darah terus meninggi akan meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit arteri koroner atau stroke dan jika dibiarkan dapat terjadi kematian. Menurut Yatim, 2010, kadar kolesterol total normal berada sekitar 140 – 200 mg/dl, sedangkan kadar kolesterol yang tinggi pada kisaran 200 – 400 mg/dl. Pada laki-laki usia 40 tahun ke atas pada tingkat serum kolesterol yang tinggi yaitu kolesterol > 200 mg/dL dan LDL kolesterol > 130 mg/dL memiliki risiko terkena Stroke dan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Menurut data terbaru tahun 2011, kematian Penyakit Jantung Koroner di Indonesia mencapai 243.048 atau 17,05% dari total kematian. Tingkat kematian dari 150,77 per 100.000 penduduk menjadikan Indonesia berada pada peringkat ke-51 di seluruh dunia (Lombo V. R, et al, 2012). Pengambilan data di atas dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kolesterol darah pada setiap laki – laki berusia 40 sampai dengan 70 tahun. Penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei sampai dengan Agustus 2019 di laboratorium Rumah Sakit TNI LANUD Sam Ratulangi Manado. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang sesuai kriteria dan bersedia menjadi responden. Metode pemilihan sampel menggunakan cara total sampling. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa kadar kolesterol total tinggi atau > 200 mg/dl pada usia 40-55 tahun dengan 6 responden dari 12, sedangkan pada usia 56-70 tahun hanya berjumlah 4 respoonden dari 8. Hal ini menunjukkan bahwa prosentase usia 40-55 dan 56-70 tidak jauh berbeda atau sama. Kadar kolesterol darah total pada usia laki – laki usia 40 tahun sampai dengan 70 tahun memiliki nilai normal atau > 200 mg/dl dengan prosentase 60 % dan 40 % bernilai tinggi atau >200 mg/dl dari 30 responden atau pasien rawat jalan yang dijadikan sampel. Kadar Kolesterol darah total yang tinggi atau > 200 mg/dl memiliki resiko terkena stroke dan Penyakit Jantung Koroner sedangkan kadar kolesterol darah total yang normal atau < 200 mg/dl beresiko kecil. Diharapkan informasi tentang penelitian dasar ini dapat menjadi rujukan untuk penelitian lanjutan atau lainnya dan dapat bermanfaat untuk para pembaca terutama laki – laki berusia berusia 40 tahun sampai dengan 70 tahun.
Kadar Kolesterol Darah Total Pada Pasien Rawat Jalan Laki – Laki Usia 40 Sampai Dengan 70 Tahun Di Rumah Sakit TNI AU LANUD Sam Ratulangi Manado Augustinus Robin Butarbutar
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 1 No. 2 (2023): Mei
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v1i2.258

Abstract

The type of fat that is best known by parents or the public that can cause disease is cholesterol. According to Yogendra Kumar, 2021, normal total cholesterol levels in the blood are in the range of 140-200 mg/dl, while high total cholesterol levels are between 200-400 mg/dl. Men aged 40 years and over with high serum cholesterol levels, namely cholesterol > 200 mg/dL and LDL cholesterol > 130 mg/dL, have a high risk of stroke and coronary heart disease (CHD). Based on WHO data for 2015, Yusvita and Shinta (2018) reported that globally there were 17.7 million deaths due to heart and blood vessel disease. Data collection was carried out based on the results of blood cholesterol examination in every man aged 40 to 70 years. This research approach is descriptive. The samples taken amounted to 30 people according to the criteria and are willing to be respondents. This research method uses total sampling. From the results of the study it was found that high total cholesterol levels were > 200 mg/dl at ages 40-55 years with 6 respondents out of 12, while those aged 56-70 years only amounted to 4 respondents out of 8. This shows that the percentage of ages 40-55 and 56-70 is not much different or the same. Total blood cholesterol levels in men aged 40 years to 70 years have normal values ​​or > 200 mg/dl with a percentage of 60% and 40% having high value or > 200 mg/dl from 30 respondents or outpatients who were sampled . High total blood cholesterol levels or > 200 mg/dl have a risk of stroke and coronary heart disease, while normal total blood cholesterol levels or < 200 mg/dl have a low risk. This basic research is expected to be a reference for further or other research and can be useful for readers, especially men aged 40 to 70 years.
Analisis Peran Investasi Hijau dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dan Meningkatkan Efisiensi Energi pada Industri Otomotif di Jawa Barat Augustinus Robin Butarbutar; Usman Tahir; Tirangga Ansori
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 02 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i02.998

Abstract

Penelitian ini menyelidiki peran investasi hijau dalam memitigasi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan efisiensi energi dalam industri otomotif di Jawa Barat. Melalui analisis kualitatif yang melibatkan wawancara, diskusi kelompok terarah, dan analisis dokumen, penelitian ini mengeksplorasi kondisi inisiatif investasi hijau saat ini, persepsi pemangku kepentingan, strategi yang digunakan oleh perusahaan otomotif, dan tantangan yang dihadapi oleh industri. Temuan menunjukkan adanya pergeseran positif menuju keberlanjutan, yang ditandai dengan adopsi teknologi ramah lingkungan, kebijakan pemerintah yang mendukung praktik-praktik ramah lingkungan, dan upaya kolaboratif di antara para pemangku kepentingan. Namun, kendala keuangan, hambatan teknologi, resistensi terhadap perubahan, dan ketidakpastian peraturan menjadi tantangan tersendiri. Strategi yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan termasuk investasi penelitian dan pengembangan yang substansial, kolaborasi dan inisiatif berbagi pengetahuan, inovasi dalam proses manufaktur, dan praktik rantai pasokan yang berkelanjutan. Studi ini diakhiri dengan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan insentif keuangan, penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan, implementasi kebijakan yang konsisten, dan mendorong pergeseran budaya menuju keberlanjutan.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dengan Tindakan Pencegahan Rabies di Wilayah Kerja Puskesmas Molompar Pinkan F F Pote; Agusteivie A.J Telew; Agustinus R Butarbutar
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 2 (2024): April : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v2i2.100

Abstract

Rabies is an acute infection disease of the central nervous sytem caused by a zoonotic virus which spreads through direct contact with wounds or mucosa with the saliva or scratches of infected animals. This type of research is analytical survey research with a cross sectional design (Cross-sectional Study). The sample for this study was 82 namely Mr/Mrs. Who kept dogs and those who did not keep dogs, who where willing to be respondents and fill out the questionnaire. The technique used is probability sampling with the type of sampling, namely simple random sampling. The data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis, using the chi-square test. The results of the Chi-Square Test show that there is significant relationship between community knowledge and rabies prevention measures with a P-Value = 0,018 ≤ a (0,05%), there is no significant relationship between community attitudes and rabies prevention actions with the P-Value = 0.293 ≥ a (0.05%), thus it is hoped that health parties can provide education about rabies and vaccinate pets so they can avoid the rabies virus.
Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Demam Tifoid Pada Pasien Rawat Inap Di RS TNI AU dr. Charles P.J Suoth Kota Manado Augustinus Robin Butarbutar
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 2 No. 1 (2024): March : The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v2i1.182

Abstract

Typhoid fever is an infectious disease caused by the bacterium Salmonella typhi which is still common and frequently occurring. Indonesia is an endemic country for typhoid fever, with an estimated 800 cases per 100,000 population annually. The risk factors for typhoid fever include personal hygiene such as nail cleanliness, handwashing, dietary habits, and others. The aim of this study was to determine how personal hygiene affects the number of typhoid fever cases at RS TNI AU dr. Charles P.J Suoth in Manado city. This research used a descriptive analytic method with a cross-sectional approach. The instrument used in this study was a questionnaire. The data obtained were analyzed using the Chi-square test. The results of the study showed that the majority of subjects were aged >25 years (45.8%), with females being more susceptible (51.0%), unemployed individuals (19.8%), and with a middle level of education (39.6%). Bivariate analysis revealed a significant association between the habit of handwashing with soap after defecation and a p-value of 0.002. There was an association between the frequency of typhoid fever and the habit of washing raw food with soap before eating, history of direct contact with typhoid patients, and handwashing before meals.
Analysis of Health Tourism Potential in The Minanga Community Health Center Working Area, Manado City Welong S. Surya; Marieska Y. Waworuntu; Augustinus R. Butarbutar
International Journal of Health and Social Behavior Vol. 1 No. 3 (2024): August : International Journal of Health and Social Behavior
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhsb.v1i3.47

Abstract

Health tourism is a tourist travel activity to a tourist destination with the aim of receiving treatment or improving health and fitness. This research is a descriptive qualitative analysis by looking at case studies about the potential of health tourism. The research informants are doctors, dentists, nurses and pharmacists, and 5 pharmacists. The data was analyzed using the content analysis method on interview documents. The results of the research show that the importance of understanding and knowledge of health workers is to be able to improve the quality of service when facing tourist visits. When they have a health problem or want to improve their health condition while traveling, the attitude of health workers needs to be improved in terms of their competence which must be developed, services must comply with standards. operational procedures and being friendly and polite to tourists during health services. The conclusion of this research is that the understanding of each health worker is good regarding health tourism.
KONSEP DAN PRAKTEK MANAJEMEN DALAM ORGANISASI OLAHRAGA Venli Pelle; Christo Rompis; Augustinus Robin Butarbutar
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v2i4.283

Abstract

Management in the context of sports organizations is a series of activities that involve planning, organizing, mobilizing and controlling the energy resources owned by the organization to achieve certain goals. The concept of management in sports organizations involves a deep understanding of general management theories, but adapted to the unique characteristics of the world of sports. Management in the context of sports organizations is the implementation of controlling and coordinating human, physical and financial resources to achieve regulated goals.
INTERSCHOLASTIC ATHLETIC Juridi Kalalo; Melky Pangemanan; Augustinus Robin Butarbutar
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v2i4.200

Abstract

Interscholastic athletics is a sports program held between schools, especially at the middle and high school levels. This program plays an important role in the physical, mental, and social development of students. This study examines the various benefits that students gain from participating in interscholastic athletic, including improved physical and mental health, better academic achievement, and character development through values such a teamwork, discipline, and leadership. Involvoment in sports activities also strengthens relationship with the community, creating a sense of community and identity among students. Thus, interscholastic athletic serves not only as a competitive arena but also as a valuable educational tool, supporting the holistic development of students in various aspects of their lives. This study confirms the importance of interscholastic athletic programs in the context of student education and character development.