Kecemasan pra-operatif merupakan masalah yang sering dialami pasien sebelum pembedahan yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis seperti peningkatan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menerapkan edukasi teknik relaksasi napas dalam serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap tingkat kecemasan pra-operatif pada pasien bedah di RS TK III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto. Metode pelaksanaan dilakukan terhadap 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi melalui skrining menggunakan instrumen Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Intervensi diberikan melalui penayangan video edukasi berdurasi 2–3 menit dan praktik langsung yang dipandu oleh perawat anestesi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta adalah perempuan (63,3%) dan berada pada kelompok usia dewasa akhir (70%). Terjadi penurunan rata-rata skor kecemasan yang signifikan dari 15,87 (cemas sedang) sebelum edukasi menjadi 11,53 (cemas ringan) setelah edukasi. Sebanyak 90% peserta memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan seluruh peserta (100%) mampu melakukan teknik relaksasi secara terampil. Hasil observasi menunjukkan tekanan darah, frekuensi denyut jantung, dan saturasi oksigen tetap berada dalam rentang normal setelah intervensi. Keterbatasan dalam kegiatan ini meliputi perubahan jadwal operasi pasien yang mendadak serta kelelahan responden akibat banyaknya instrumen evaluasi yang diisi secara berulang. Dapat disimpulkan bahwa edukasi teknik relaksasi napas dalam efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pra-operatif dan menjaga stabilitas fisiologis pasien bedah.
Copyrights © 2026