Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi setelah tindakan anestesi dan pembedahan. Ketofol, yaitu kombinasi ketamin dan propofol, digunakan sebagai salah satu agen sedasi anestesi karena memiliki efek sedasi dan analgesia, sedangkan propofol memiliki efek antiemetik. Namun, kejadian PONV tetap dapat ditemukan karena dipengaruhi oleh berbagai faktor pasien, anestesi, dan pembedahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan Ketofol terhadap kejadian PONV pada pasien sedasi anestesi di RS TK. IV Guntur Garut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 39 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kejadian PONV dikumpulkan menggunakan lembar observasi Rhodes dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Karakteristik responden didominasi kelompok usia 17–25 tahun sebanyak 17 orang (43,6%), perempuan sebanyak 29 orang (74,4%), dan status fisik ASA II sebanyak 22 orang (56,41%). Sebanyak 16 responden (41,0%) berada pada kategori normal atau tidak mengalami PONV, sedangkan 23 responden (59,0%) mengalami PONV. Berdasarkan tingkat keparahan, 13 responden (33,3%) mengalami PONV ringan, 8 orang (20,5%) sedang, dan 2 orang (5,1%) berat, sementara kategori sangat berat tidak ditemukan. Kejadian PONV pada pasien yang mendapatkan Ketofol memiliki tingkat keparahan yang beragam, dengan kategori normal dan ringan sebagai kelompok terbanyak. Pemantauan dan penilaian faktor risiko pasien tetap diperlukan dalam pemberian sedasi anestesi menggunakan Ketofol.
Copyrights © 2026