Waktu pulih sadar merupakan salah satu indikator penting dalam pemantauan pasien setelah general anestesi. Proses pemulihan kesadaran dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi metabolik berupa kadar glukosa darah. Glukosa berperan sebagai sumber energi utama bagi otak sehingga perubahan kadar glukosa berpotensi memengaruhi proses pemulihan neurologis setelah anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca general anestesi di RS TK. IV Guntur Garut. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 53 pasien yang menjalani general anestesi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kadar glukosa darah diperoleh dari rekam medis, sedangkan waktu pulih sadar diperoleh melalui observasi di ruang pemulihan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan p <0,05. Sebagian besar responden berusia 17–25 tahun sebanyak 20 orang (37,7%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 31 orang (58,5%), dan memiliki status fisik ASA I sebanyak 32 orang (60,4%). Sebanyak 50 responden (94,34%) memiliki kadar glukosa darah 70–140 mg/dL, sedangkan 3 responden (5,66%) memiliki kadar >140 mg/dL. Sebanyak 34 responden (64%) mengalami pulih sadar dalam waktu <15 menit dan 19 responden (36%) membutuhkan waktu >15 menit. Hasil uji Fisher's Exact Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p <0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca general anestesi. Pemantauan kadar glukosa dan kondisi kesadaran pasien perlu diperhatikan sebagai bagian dari pemantauan perioperatif.
Copyrights © 2026