Hipertensi merupakan penyakit kronis utama pada lansia yangmembutuhkan self-care management jangka panjang, di mana keterbatasan fisik dan kognitiflansia menjadikan dukungan keluarga sebagai sistem pendukung utama. Survei pendahuluanterhadap 17 lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panarung menunjukkan 58,8%memiliki dukungan keluarga kurang dan 58,8% memiliki self-care management kurang.Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self-care management lansiapenderita hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panarung.Metode: Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 61 responden yang dipilih secara purposive sampling, dianalisis dengan ujiSpearman Rank.Hasil: Sebagian besar lansia mendapatkan dukungan keluarga kategori cukup (35 responden,57,4%), dengan dimensi informasi menjadi paling lemah, terbukti 21 responden (34,4%)tidak rutin minum obat, di antaranya 4 responden (19,0%) lupa karena tidak diingatkankeluarga. Self-care management juga mayoritas kategori cukup (35 responden, 57,4%),dengan komponen kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan paling belum optimal, terbuktihanya 7 responden (11,5%) yang selalu mengikuti saran dokter atau perawat dalammengontrol tekanan darah. Uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 (p<0,05) dan r =0,537.Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan self-caremanagement lansia penderita hipertensi dengan kekuatan sedang dan arah positif, artinyasemakin baik dukungan keluarga maka semakin baik pula self-care management lansia.
Copyrights © 2026