p-Index From 2021 - 2026
1.204
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Di UPTD Pukesmas Bukit Hindu Palangka Raya Rahman; Hermanto; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1254

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dankepatuhan minum obat untuk mencegah komplikasi. Namun, berdasarkan fenomena di UPTD PuskesmasBukit Hindu Kota Palangka Raya, masih ditemukan pasien hipertensi yang kurang patuh dalammengonsumsi obat. Ketidak patuhan sering disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentangpenyakit dan pengobatan, sehingga memengaruhi perilaku kesehatan pasien. Salah satu faktoreksternal seperti dukungan keluarga juga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan.Dukungan keluarga meliputi dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan, yangdapat membantu pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur.Metode : Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional.menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga,efikasi diri, dan kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkatsignifikansi α = 0,05.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kurang(70,4%), efikasi diri rendah (83,1%), dan tidak patuh minum obat (77,5%). Hasil uji Chi-Square hubunganantara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0,430), Hasil uji Chi-Square efikasidiri dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0,001).Kesimpulan : penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhanminum obat hipertensi, namun terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obathipertensi pada pasien di UPTD Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya.
Hubungan Pengetahuan Tentang Gizi Ibu Hamil Dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Di UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Andini Noor Jannah; Hermanto1; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1342

Abstract

Pengetahuan gizi memiliki peran penting dalam menentukan perilakukonsumsi makanan selama kehamilan. Ibu dengan pengetahuan gizi yang baikcenderung mampu memilih makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh danjanin, sehingga berisiko lebih rendah mengalami KEK. Sebaliknya, pengetahuan yangrendah menyebabkan pola makan yang tidak seimbang dan rendahnya kesadaran akanpentingnya nutrisi. Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalahkesehatan di dunia, terutama di negara-negara berkembang, yang hingga saat ini masihmenjadi perhatian dalam bidang kesehatan masyarakat. Kondisi KEK pada ibu hamildapat berdampak KEK ditandai dengan LiLA <23,5 cm dan merupakan kondisidefisiensi energi serta protein jangka Panjang, yang dapat berdampak pada komplikasikehamilan, persalinan prematur, bayi stunting, maupun kematian ibu dan bayi.Tujuan : Mengetahui “ Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Ibu Hamildengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Di UPTD Puskesmas Menteng KotaPalangka Raya ”Metode : Penelitian ini menggunakan desain Kuantitatif Pendekatan Cross Sectional.sampel 73 responden yang di ambil secara Accidental sampling. instrumen yangdigunakan berupa kuisioner dan Pita LILA. kuisioner untuk mengukur tentangpengetahuan Ibu Hamil tentang gizi sedangkan Pita LILA untuk mengukur StatusKekurangan energi Kronik. Analisa data yang di gunakan Uji Chi-Square.Hasil : hasil Uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi P=0,001 (P<0,05), yangberarti terdapat Hubungan yang signifikan antara Pengetahuan Tentang Gizi Ibu Hamildengan Kekurangan Energi Kronik (KEK).Kesimpulan: Ibu hamil dengan tingkat pengetahuan gizi yang baik cenderung tidakmengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK), sedangkan ibu hamil dengan tingkatpengetahuan cukup dan kurang lebih banyak mengalami KEK. Hal ini menunjukkanbahwa pengetahuan gizi memiliki pengaruh penting terhadap kemampuan ibu hamildalam menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta menjaga status giziselama kehamilan. Semakin baik pengetahuan ibu hamil mengenai gizi, maka semakinrendah risiko terjadinya KEK.
Hubungan Asupan Natrium Dan Kalium Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Di UPTD Puskesmas Bukit Hindu Riskawati; Hermanto; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1352

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang dipengaruhi olehketidakseimbangan asupan natrium dan kalium. Secara global, rata-rata konsumsi natriumorang dewasa mencapai 4.310 mg/hari, jauh melebihi batas anjuran WHO sebesar 2.000mg/hari. Di Indonesia, rata-rata asupan natrium harian mencapai sekitar 4.200 mg, sementara96,7% penduduk usia 20–60 tahun masih kurang mengonsumsi sayur dan buah sebagaisumber kalium utama.Tujuan: Menjelaskan dan membuktikan hubungan asupan natrium dan asupan kaliumdengan tekanan darah pada pasien di UPTD Puskesmas Bukit Hindu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Populasi terjangkau berjumlah 193 orang yang melakukan kunjungan pada bulanFebruari 2026 di UPTD Puskesmas Bukit Hindu, dengan sampel sebanyak 180 respondenmenggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner FoodFrequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur asupan natrium dan kalium, serta tensimeteruntuk mengukur tekanan darah.Hasil: Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupannatrium dengan tekanan darah (p = 0,000; Contingency Coefficient = 0,566), dengan kategorihubungan cukup kuat. Responden dengan asupan natrium tinggi sebagian besar berada padakategori hipertensi (43,9%), sedangkan responden dengan asupan natrium rendah sebagianbesar berada pada kategori pra-hipertensi (14,4%). Terdapat pula hubungan yang signifikanantara asupan kalium dengan tekanan darah (p = 0,002; Contingency Coefficient = 0,258),dengan kategori hubungan rendah. Responden dengan asupan kalium rendah sebagian besarmengalami hipertensi (44,4%), sementara tidak ada responden dengan asupan kalium tinggiyang masuk kategori hipertensi (0,0%).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dan asupan kaliumdengan tekanan darah pada pasien di UPTD Puskesmas Bukit Hindu. Semakin tinggi asupannatrium, semakin besar risiko terjadinya hipertensi, sedangkan asupan kalium yang tinggiberkaitan dengan tekanan darah yang lebih rendah.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self-Care Management Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya Jesica Santika; Hermanto; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1356

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis utama pada lansia yangmembutuhkan self-care management jangka panjang, di mana keterbatasan fisik dan kognitiflansia menjadikan dukungan keluarga sebagai sistem pendukung utama. Survei pendahuluanterhadap 17 lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panarung menunjukkan 58,8%memiliki dukungan keluarga kurang dan 58,8% memiliki self-care management kurang.Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self-care management lansiapenderita hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panarung.Metode: Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 61 responden yang dipilih secara purposive sampling, dianalisis dengan ujiSpearman Rank.Hasil: Sebagian besar lansia mendapatkan dukungan keluarga kategori cukup (35 responden,57,4%), dengan dimensi informasi menjadi paling lemah, terbukti 21 responden (34,4%)tidak rutin minum obat, di antaranya 4 responden (19,0%) lupa karena tidak diingatkankeluarga. Self-care management juga mayoritas kategori cukup (35 responden, 57,4%),dengan komponen kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan paling belum optimal, terbuktihanya 7 responden (11,5%) yang selalu mengikuti saran dokter atau perawat dalammengontrol tekanan darah. Uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 (p<0,05) dan r =0,537.Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan self-caremanagement lansia penderita hipertensi dengan kekuatan sedang dan arah positif, artinyasemakin baik dukungan keluarga maka semakin baik pula self-care management lansia.
Hubungan Lingkungan Belajar Dengan Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Ujian Praktik Klinik Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Eka Harap Putri Alimah; Putria Carolina; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1479

Abstract

Ujian Praktik Klinik merupakan salah satu bentuk evaluasi kompetensi mahasiswa keperawatan yang dapat menimbulkan kecemasan. Tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian praktik klinik dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya lingkungan belajar. Berdasarkan fenomena yang ditemukan, mahasiswa cenderung mengalami kecemasan karena merasa kurang siap dan kurang memperoleh dukungan akademik dalam menghadapi Ujian Praktik Klinik, sehingga kondisi tersebut diduga dapat memengaruhi kinerja mereka selama melakukan ujian. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara lingkungan belajar dengan tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi Ujian Praktik Klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkungan belajar dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa keperawatan dengan dalam Menghadapi Ujian Praktik Klinik pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Eka Harap. Rancangan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan metode cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara lingkungan belajar dan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi Ujian Praktik Klinik. Sampel sebanyak 97 responden, pengumpulan data dilakukan pada tanggal 24-26 Juni 2026. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki lingkungan belajar sangat baik (72%) dan tidak mengalami kecemasan (32%) dalam menghadapi Ujian Praktik Klinik. Hasil uji Spearman's Rho menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Eka Harap (p = 0,346; r = -0,097). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan mahasiswa dalam menghadapi Ujian Praktik Klinik dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang tidak hanya berfokus pada perbaikan lingkungan belajar, tetapi juga pada peningkatan kesiapan, kepercayaan diri, dan kemampuan mahasiswa dalam mengelola kecemasan agar memperoleh hasil evaluasi yang optimal.
Hubungan Peran Keluarga Dalam Pengendalian Paparan Asap Rokok Dengan Upaya Pencegahan ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Palangka Raya Adelia Safitri; Putria Carolina; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1601

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita. Paparan asap rokok di lingkungan rumah akibat kebiasaan anggota keluarga merokok masih menjadi permasalahan yang dapat meningkatkan kerentanan balita terhadap ISPA. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran keluarga dalam pengendalian paparan asap rokok, mengidentifikasi upaya pencegahan ISPA pada balita, serta menganalisis hubungan kedua variabel di wilayah kerja Puskesmas Menteng Palangka Raya. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 63 responden yang tinggal serumah dengan balita usia 0–5 tahun diperoleh menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Peran keluarga dalam pengendalian paparan asap rokok sebagian besar berada pada kategori baik (47,6%), diikuti kategori cukup (31,8%) dan kurang (20,6%). Upaya pencegahan ISPA sebagian besar berada pada kategori baik (77,8%) dan cukup (22,2%), tanpa responden kategori kurang. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan koefisien korelasi rₛ=0,479 dengan p<0,001, sehingga terdapat hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan sedang antara kedua variabel. Semakin baik peran keluarga dalam mengendalikan paparan asap rokok, semakin baik pula upaya pencegahan ISPA pada balita.
Hubungan Sumber Informasi Manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) Dengan Pencegahan Stunting Pada Siswa SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya Asza Krisna Kornelia; Putria Carolina; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1604

Abstract

Menurut Non-Communicable Disease Risk Factor Collaboration, stunting pada anak usia sekolah masih menjadi masalah kesehatan global dan tetap menjadi perhatian di Indonesia, termasuk di Kota Palangka Raya. Hasil studi pendahuluan di SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya menunjukkan bahwa sebagian siswa belum memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis secara optimal karena masih memilih membeli jajanan dan tidak mengonsumsi seluruh menu yang disediakan. Kondisi ini diduga berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan sumber informasi yang diterima siswa mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi serta tujuan Program Makan Bergizi Gratis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Mengetahui hubungan sumber informasi manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pencegahan stunting pada siswa SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa kuesioner sumber informasi manfaat MBG dan kuesioner pencegahan stunting. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sumber informasi manfaat MBG dalam kategori cukup sebanyak 29 responden (72,5%) dan pencegahan stunting dalam kategori cukup sebanyak 28 responden (70,0%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value = 0,006 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,429, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan, positif Terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pencegahan stunting pada siswa SDN 1 Kalampangan Kota Palangka RayaKata kunci : Makan Bergizi Gratis, Sumber Informasi, Pencegahan StuntingDaftar Pustaka : 44 (2022-2026)