Pencemaran udara merupakan salah satu determinan kesehatan lingkungan yang paling mendesak di wilayah perkotaan, dengan particulate matter halus (PM2,5) sebagai polutan utama yang berkontribusi terhadap gangguan kesehatan pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan dari enam literatur terkini mengenai dampak pencemaran udara terhadap gangguan kesehatan pernapasan melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa paparan PM2,5 berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko gangguan pernapasan dan kardiovaskular pada populasi perkotaan, penurunan fungsi paru dan mortalitas pada pasien penyakit paru fibrotik, serta cedera paru akut melalui jalur inflamasi molekuler yang melibatkan mekanisme inflamasom. Dampak tersebut juga dimodifikasi oleh faktor lingkungan musiman seperti interaksi dengan polen, serta faktor individu seperti kualitas pola makan, dengan kelompok anak-anak, lansia, dan individu berkomorbid sebagai populasi paling rentan. Studi ini menyimpulkan bahwa penanganan dampak kesehatan akibat pencemaran udara memerlukan pendekatan multi-level yang mengintegrasikan pengendalian emisi, pemantauan kualitas udara, edukasi gizi, dan penelitian berbasis konteks lokal, khususnya di Indonesia yang masih memiliki keterbatasan desain penelitian dengan kekuatan bukti kausal tinggi.
Copyrights © 2026