NURRAHMA LAYUK
Poltekkes Kemenkes Ternate

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Factors That Influence The Incident Of Retained Placenta Lanto Dg. Pasewang Hospital Jeneponto Dwi Ghita Tahier; Nurrahma Layuk; Riska Reviana
Indonesian Journal of Nursing and Health Care Vol. 1 No. 2: August (2024)
Publisher : Ammar Dharma Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64914/yftdjd61

Abstract

Background: Retained placenta is one of the leading causes of postpartum hemorrhage, which can threaten the lives of mothers if not managed properly. This condition is a significant concern in efforts to reduce maternal mortality rates in Indonesia, especially in areas with limited healthcare facilities.Objective: This study aims to determine the factors influencing the incidence of retained placenta in maternity patients at Lanto Dg. Pasewang Hospital, Jeneponto.Research Method: This research employs a descriptive quantitative design. The study population includes all patients diagnosed with retained placenta at Lanto Dg. Pasewang Hospital, Jeneponto, from January to October 2022, totaling 50 individuals. The sampling technique used is purposive sampling. Data were collected from hospital medical records and analyzed using the chi-square test.Results: The results showed that age, birth interval, and the occurrence of anemia have significant relationships with the incidence of retained placenta. Most cases of retained placenta occurred in mothers aged over 35 years (39.5%), with birth intervals of 2-5 years (42.1%), and experiencing moderate anemia (39.4%).Conclusion: Older maternal age, shorter birth intervals, and the occurrence of anemia are significant risk factors for retained placenta. Proper management and early detection of these factors are crucial to prevent life-threatening postpartum hemorrhage.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG ANEMIA DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN  PADA REMAJA PUTRI NURRAHMA LAYUK; ROSIDA HI SARAHA
Medical Nurse Journal Vol.1 No.2 (2024 Des)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v1i2.58

Abstract

Anemia merupakan kondisi dimana kurangnya sel darah merah dalam darah atau berkurangnya kadar hemoglobin dalam darah dibawah kisaran normal. Remaja putri lebih berisiko terkena anemia dikarenakan kebutuhan nutrisi yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan percepatanpertumbuhan, pematangan seksual, dan untuk masa depan kehamilan. Remaja putri yang mengidap anemia akan berisiko menjadi wanita suburyang anemia kemudian  menjadi ibu anemia yang dapat  menyebabkan  terjadinya  kekurangan  energi  kronik saat  hamil  nanti. Perlunyapenyampaian pengetahuan yang tepat dan menarik kepada remaja putri tentang anemia agar penyampaian informasi dapat diterima denganbaik, dengan begitu penyampaian edukasi harus menggunakan media pembelajaran yang tepat sebagai perantara. Media pembelajaran senditi merupakan alat bantu atau pelengkap yang   dapat   digunakan untuk   membantu, memperlancar   serta memperjelas penyampaian seluruhkonsep serta materi pembelajaran. Pendidikan kesehatan dengan media video mampu    membantu remaja lebih mudah memahami yangditampilkan seperti gambar bergerak dan suara, video lebih menarik  dibandingkan  media  lain karena   dapat   menumbuhkan semangat dan motivasi. Tujuan penelitian ini yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan remaja putri di SMA IT Nurul Hasan terhadap kejadian anemia pada remaja. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 remaja putri dan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan one group pretest posttes design menggunakan uji T dependen. Hasil penelitian yaitu terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah di berikan mediavideo interaktif pada remaja putri dengan nilai P-value <0.001. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran dan tindakan selanjutnya bagi dinas kesehatan atau lembaga terkait dalam meminimalisir kejadian anemia pada remaja putri khususnya di Kota Ternate.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penularan HIV pada Ibu Rumah Tangga: Literatur Review Nurrahma Layuk; Riska Reviana; Dwi Ghita; Meinita Wulansari
Medical Nurse Journal Vol.2 No.2 (Des 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i2.177

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang mengancam kehidupan manusia dan berdampak luas terhadap sistem pelayanan kesehatan serta kondisi sosial ekonomi. Tidak ada negara yang sepenuhnya terbebas dari epidemi ini, dan angka kesakitan serta kematian akibat HIV/AIDS masih menunjukkan kecenderungan yang signifikan. Ibu rumah tangga merupakan salah satu kelompok yang rentan terinfeksi HIV, terutama akibat faktor-faktor yang berada di luar kendali langsung mereka. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian HIV pada ibu rumah tangga. Metode yang digunakan adalah literatur review, pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan basis data dan jurnal-jurnal ilmiah yang relevan yaitu jurnal internasional dan nasional (Pubmed, ScienceDirect, dan Sinta) dalam kurun waktu 5 tahun. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk memperoleh artikel yang berkualitas dan sesuai dengan topik penelitian. Hasil telaah ditemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi HIV pada ibu rumah tangga antara lain tingkat pengetahuan, praktik perilaku seksual yang tidak aman, stigma sosial di masyarakat, sikap individu, serta keberadaan infeksi menular seksual (IMS). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa upaya pencegahan penularan HIV pada ibu rumah tangga memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup peningkatan edukasi kesehatan, pengurangan stigma, promosi perilaku seksual aman, serta penguatan layanan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan dan program pencegahan HIV pada kelompok rentan.