Penyapihan dini pada bayi usia 0-6 bulan merupakan salah satu penyebab tingginya angkakesakitan dan kematian bayi, serta berkurangnya cakupan pemberian ASI eksklusif. Dukungan suami memilikiperan sentral dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI, namun masih banyak ibu yang menerimadukungan yang kurang sehingga berisiko melakukan penyapihan dini. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahuipengaruh dukungan suami terhadap risiko penyapihan dini pada bayi usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja PuskesmasUpai Kotamobagu. Metode Penelitian : ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 40 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan yang dipilih secara total purposivesampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang telah divalidasi, dan analisis data padaawalnya direncanakan menggunakan uji statistik Chi-Square akan tetapi, setelah diperiksa syarat uji diketahuitidak memenuhi asumsi pearson chi-square sehingga analis pengaruh diganti menggunakan uji fisher exact testserta perhitungan Odds Ratio (OR) . Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar respondenmemiliki dukungan suami dalam kategori kurang (75,0%) dan mengalami penyapihan dini (55,0%). Hasil ujistatistik diperoleh nilai p-value = 0,025 (p<0,05), nilai OR = 8,00 dengan 95% CI 1.43 – 44,79 yangmenunjukkan bahwa ibu yang mendapatkan dukungan suami kurang memiliki risiko 8 kali lebih besarmengalami penyapihan dini dibandingkan ibu yang mendapatkan dukungan suami baik. Simpulan: Terdapatpengaruh yang signifikan antara dukungan suami terhadap risiko penyapihan dini pada bayi usia 0-6 bulan diWilayah Kerja Puskesmas Upai Kotamobagu. Perlu adanya upaya peningkatan peran suami melalui penyuluhandan konseling yang melibatkan pasangan dalam program pemantauan ASI eksklusif.
Copyrights © 2026