Berdasarkan hasil observasi awal di SMPN 2 Palangka Raya, belum pernah dilakukan pendidikankesehatan mengenai pencegahan pruritus vulva pada remaja putri. Pruritus vulva merupakangangguan pada organ reproduksi yang sering dialami remaja putri akibat kurangnya pengetahuanmengenai personal hygiene dan upaya pencegahan infeksi. Rendahnya pengetahuan dapatmeningkatkan risiko terjadinya pruritus vulva sehingga diperlukan pendidikan kesehatan yangefektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan mediaaudiovisual terhadap pengetahuan tentang pencegahan pruritus vulva pada remaja putri di SMPN 2Palangka Raya. Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan pendekatanone group pretest-posttest. Populasi penelitian seluruh siswi kelas VIII SMPN 2 Palangka Rayasebanyak 40 orang, dengan sampel 36 responden menggunakan teknik total sampling. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang pencegahan pruritus vulva dandianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Sebelum diberikan pendidikankesehatan, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 21responden (52,8%), 9 responden ketegori baik (25%) dan 6 responden kategori kurang (16,7%).Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual, seluruh responden(100%) memiliki tingkat pengetahuan kategori baik. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Testmenunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikankesehatan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan tentang pencegahan pruritus vulva padaremaja putri di SMPN 2 Palangka Raya. Pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisualefektif meningkat pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan pruritus vulva. Mediaaudiovisual dapat dijadikan sebagai alternatif media edukasi kesehatan reproduksi di sekolah untukmeningkatkan pengetahuan dan mendukung perilaku pencegahan pruritus vulva.
Copyrights © 2026