Pandemi COVID-19 yang merupakan wabah berbahaya dan mematikan, berdampak terhadap terjadinya perubahan perilaku masyarakat dan kebijakan pemerintah. Aturan dari pemerintah untuk melakukan aktivitas di luar rumah, dan membatasi banyak mobilitas mengakibatkan seluruh aspek kehidupan dari masyarakat menjadi berubah. Beberapa perubahan yang terjadi adalah perubahan dari pemilihan moda, yang berdasarkan preferensi kenyamanan dan keamanan dari segi kesehatan oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan data Aglomerasi Surakarta, dengan metode survei yang dilakukan pada bulan Maret-Juni 2021. Nilai dari pengunaan moda angkutan umum berkurang seiring bertambahnya ketakutan masyarakat akan tertular penyakit COVID-19. Sehingga, banyak individu lebih memilih moda pribadi (seperti: motor dan mobil). Sedangkan nilai penggunaan moda non-motorised (berjalan kaki dan bersepeda) lebih memiliki peminat dibandingkan angkutan umum. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam membuat kebijakan saat COVID-19, terutama terhadap peningkatan moda pribadi yang akan berdampak terhadap kemacetan dan kebijakan lain.
Copyrights © 2023