Mini gas turbine engine berbasis turbocharger Garret GT 2259 LS yang dikembangkan di Politeknik Negeri Bandung. sebelumnya menggunakan blower sebagai sistem starting. Salah satu syarat keberhasilan proses starting pada engine adalah kompresor harus mampu berputar hingga menghasilkan aliran udara (mass flow rate) yang cukup untuk menigkatkan tekanan di ruang bakar untuk proses pembakaran. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan starting sistem starter harus mampu berputar hingga 40.000 – 48.000 RPM (Revolution per Minute) dengan daya minimum sebesar 187 – 412 Watt dan torsi minimum sebesar 0,045 Nm – 0,082 Nm, dan mass flow rate yang dihasilkan 0,0207 kg/s – 0,0249 kg/s. Namun motor listrik dengan spesifikasi yang dibutuhkan tidak tersedia di pasaran. Maka dari itu penelitian ini melakukan perancangan sistem transmisi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Motor listrik yang digunakan adalah motor listrik gerinda tangan, dengan spesifikasi 600 Watt, dan 12.000 RPM. Spesifikasi sistem transmisi yang dirancang memiliki rasio RPM 1:4 (increase RPM, Decrease Torque) dengan spur gear untuk komponen transmisinya. Pengujian dilakukan dengan dua tahapan yaitu pengujian sistem sebelum terintegrasi dengan engine dan ketika sudah terintegrasi. Hasil pengujian menunjukan sistem yang dirancang mengahasilkan output putaran hingga 45.000 – 46.000 RPM. Namun pengujian starter ketika sudah terintegrasi dengan engine tidak berhasil dilakukan.
Copyrights © 2026