Pendahuluan: Usia tua merupakan tahap terakhir kehidupan manusia, seseorang mengalami penurunan aspek sosial, mental, dan fisik. Stres lansia adalah suatu respon fisiologis dan psikologis terhadap tekanan dan ancaman yang dirasakan melebihi kapasitas individu untuk mengatasinya. Caregiver merupakan individu yang memberikan bantuan kepada anggota keluarga, teman, pasangan atau siapa saja yang membutuhkan bantuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan caregiver dengan tingkat stres pada lanjut usia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh lanjut usia di Rojinhome Yukichan No Ie, sampel yang digunakan berjumlah 20 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil: Menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 75–90 tahun (50%), berjenis kelamin perempuan (60%), berpendidikan terakhir SMP (60%) dan lama tinggal di panti ≥3 tahun (45%). Sebanyak 55% lansia memperoleh dukungan caregiver pada kategori tinggi. Tingkat stres lansia paling banyak didapatkan pada kategori ringan sebanyak 45%. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan p value 0,006 (p 0,05) dengan koefisien korelasi -0,592, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara dukungan caregiver dengan tingkat stres pada lansia. Diskusi: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan caregiver dengan tingkat stres pada lanjut usia. Semakin tinggi dukungan caregiver, semakin rendah tingkat stres yang dialami lansia.
Copyrights © 2026