Pendahuluan: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berisiko tinggi mengalami hipotermia akibat imaturitas sistem termoregulasi dan terbatasnya cadangan lemak tubuh. Inkubator merupakan metode standar untuk mempertahankan suhu tubuh, namun memerlukan fasilitas dan sumber daya yang memadai. Polyethylene plastic wrapping dapat menjadi alternatif sederhana untuk mengurangi kehilangan panas dan membantu mempertahankan stabilitas suhu tubuh pada BBLR. Tujuan: Mengetahui efektivitas polyethylene plastic wrapping dalam mempertahankan stabilitas suhu tubuh pada bayi berat lahir rendah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 18 bayi, terdiri atas 9 bayi pada kelompok intervensi dan 9 bayi pada kelompok kontrol. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling dengan kriteria inklusi bayi mengalami hipotermia, berat lahir 1500–2499 gram, dan mendapat persetujuan orang tua. Suhu tubuh diukur sebelum dan satu jam setelah intervensi menggunakan termometer digital. Analisis data dilakukan menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil: Rata-rata suhu tubuh pada kelompok kontrol meningkat dari 35,86°C menjadi 36,38°C, sedangkan pada kelompok intervensi meningkat dari 35,47°C menjadi 36,73°C. Rata-rata peningkatan suhu tubuh pada kelompok kontrol sebesar 0,52°C dan pada kelompok intervensi sebesar 1,26°C. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p0,001). Diskusi: Polyethylene plastic wrapping lebih efektif dalam mempertahankan stabilitas suhu tubuh BBLR dibandingkan perawatan standar inkubator. Penggunaan plastik polietilen membantu mengurangi kehilangan panas melalui evaporasi dan konveksi sehingga mendukung termoregulasi pada BBLR yang mengalami hipotermia Kata Kunci: Bayi Berat Lahir Rendah, Hipotermia, Polyethylene palstic wrapping
Copyrights © 2026