Pendahuluan: Sectio Caesarea (SC) merupakan proses pembedahan untuk melahirkan bayi melalui penyayatan pada dinding abdomen dan uterus. Madu memiliki sifat meningkatkan sistem kekebalan imunitas, mendorong debridemen dan merangsang proses regenerasi luka. Kandungan gula yang tinggi memiliki efek osmotik yang mengurangi perkembangbiakan dan pertumbuhan bakteri. Kandungan antioksidan memiliki peran dalam penyembuhan luka. Tujuan: Menguji pengaruh madu Acacia crassicarpa terhadap penyembuhan luka pasca-sectio caesarea di Rumah Sakit Marinir Cilandak Jakarta. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel sebanyak 45 ibu pasca-sectio caesarea (30 intervensi dan 15 kontrol) menggunakan accidental sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen menggunakan skala REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation). Madu diberikan secara topikal dengan mengoleskannya pada luka jahitan pada hari ke-3 dan diamati pada hari ke-7. Analisis data menggunakan SPSS 23.0. Uji Wilcoxon digunakan untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi serta uji Mann-Whitney untuk membandingkan hasil antar kelompok. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan penurunan skor REEDA secara signifikan dari pretest ke posttest. Uji Mann–Whitney menunjukkan penyembuhan luka pasca-sectio caesarea kelompok intervensi madu Acacia crassicarpa berbeda signifikan terhadap penyembuhan pada kelompok kontrol (p0,001). Diskusi: Pemberian madu Acacia crassicarpa mempercepat penyembuhan luka pasca-sectio caesarea dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Copyrights © 2026