Workshop PT XYZ mengelola 30 item critical spare part tanpa parameter pengendalian persediaan yang terukur, sehingga terjadi kehabisan stok dan penumpukan persediaan. Penelitian ini bertujuan menghitung kuantitas pemesanan optimal menggunakan metode Economic order quantity (EOQ), menyusun parameter Min-Max Stock yang meliputi Safety Stock, Reorder Point, minimum stock, dan Maximum Stock, serta menganalisis potensi minimisasi Total inventory cost (TIC). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data transaksi harian periode Juli–Desember 2025. Hasil pengolahan data menunjukkan terdapat 23 item bergerak dan 7 item tanpa pemakaian. Kuantitas pemesanan ditetapkan melalui pendekatan basic cycle time, sedangkan Safety Stock dihitung menggunakan interval proteksi pada tingkat layanan 95%. Hasil penelitian menunjukkan kuantitas pemesanan optimal berkisar antara 2 unit hingga 392 liter dengan siklus peninjauan 12 hari. Penerapan parameter usulan menghasilkan Total inventory cost sebesar Rp10.419.387 dibandingkan kondisi aktual sebesar Rp13.800.911, sehingga diperoleh penghematan Rp3.381.524 atau 24,50%. Setelah mengecualikan satu item dominan, tingkat penghematan menjadi 18,81%. Selain itu, kejadian kekurangan stok menurun dari 24 transaksi darurat menjadi 8 satuan permintaan yang tidak terpenuhi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama persediaan bukan terletak pada frekuensi pemesanan, melainkan pada belum adanya batas kendali stok yang terukur.
Copyrights © 2026