Penelitian ini mengkaji determinan pembentukan pendapatan masyarakat pascabencana di Kepulauan Nias melalui pengujian tiga variabel strategis: pola konsumsi rumah tangga, inflasi harga kebutuhan pokok, dan akses distribusi logistik. Dengan memanfaatkan data sekunder longitudinal periode 2015–2026 yang dihimpun dari BPS, BNPB, Bank Indonesia, dan Kementerian Perdagangan RI, penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif eksplanatori menggunakan model regresi linear berganda setelah pemenuhan asumsi klasik. Hasil estimasi membuktikan bahwa pola konsumsi rumah tangga berpengaruh negatif signifikan (?=?0,047; p=0,018) dan inflasi kebutuhan pokok berpengaruh negatif signifikan (?=?0,128; p=0,004) terhadap pendapatan masyarakat, sedangkan akses distribusi logistik berkontribusi positif signifikan sebagai determinan terkuat (?=0,083; t=4,225; p=0,001). Model menjelaskan 80,6% variasi pendapatan masyarakat (Adjusted R²=0,806; F=18,746; p=0,000). Kontribusi orisinal penelitian terletak pada integrasi tiga determinan dalam satu kerangka empiris spesifik kepulauan pascabencana yang menempatkan distribusi logistik sebagai meta-infrastruktur pemulihan ekonomi.
Copyrights © 2026