Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam cara manusia berinteraksi, bekerja, dan memahami dunia di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis filosofis mengenai peran dan batasan AI dalam kehidupan manusia, khususnya terkait refleksi moral, etika, dan nalar kritis. Tujuan lainnya adalah merumuskan prinsip-prinsip filsafati yang dapat digunakan sebagai kompas dalam memanfaatkan AI secara bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan artikel akademik yang relevan dengan isu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), filsafat ilmu, dan etika teknologi. Kajian ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam cara manusia memproduksi pengetahuan, berpikir, dan mengambil keputusan. AI unggul dalam aspek komputasi, analisis data, dan efisiensi pemrosesan informasi, namun tetap terbatas pada ranah teknis tanpa kemampuan memahami makna, kesadaran, dan nilai etis. Kajian ini menegaskan bahwa filsafat berfungsi sebagai kompas etis dan epistemologis dalam pemanfaatan AI agar perkembangan teknologi tetap selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Copyrights © 2026