Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses difusi pendekatan active learning pada mahasiswa berdasarkan lima atribut inovasi menurut Rogers, yaitu relative advantage, compatibility, complexity, trialability, dan observability. Pendekatan active learning dipandang sebagai inovasi pembelajaran yang menuntut partisipasi aktif mahasiswa melalui berbagai strategi seperti diskusi, kolaborasi, pemecahan masalah, dan refleksi. Namun, tingkat penerimaan dan penggunaan active learning pada mahasiswa sering kali bervariasi bergantung pada persepsi mereka terhadap atribut inovasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei untuk mengukur tingkat persepsi mahasiswa terhadap atribut inovasi dan hubungannya dengan tingkat penggunaan active learning dalam kegiatan pembelajaran. Instrumen berupa angket skala Likert dikembangkan berdasarkan lima atribut inovasi Rogers. Hasil penelitian dari masing-masing atribut inovasi menemukan : relative advantage 84,35%, compatibility 75,65%, complexity 60,93%, trialability 75,43%, dan observability 78,12%. Temuan diharapkan memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap adopsi active learning, serta tingkat kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikannya. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi dosen dan pengembang kurikulum untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam mendorong partisipasi aktif mahasiswa.
Copyrights © 2026