Orang tua anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) menghadapi berbagai tantangan pengasuhan yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Self-Directed Learning (SDL) sebagai konstruksi resiliensi keluarga pada orang tua anak ASD dalam konteks pendidikan nonformal dan informal (PNFI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di Pusat Layanan Psikologi Melati Jember dengan melibatkan empat orang tua anak ASD yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan aktif dalam pengasuhan dan proses pembelajaran mandiri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua mengembangkan pembelajaran mandiri melalui pengalaman langsung, proses reflektif, pemanfaatan sumber informasi digital, serta interaksi dalam komunitas. Proses tersebut diperkuat melalui program parenting dan komunitas orang tua yang berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan, strategi adaptif, dan kapasitas emosional. Temuan penelitian menegaskan bahwa SDL tidak hanya mendukung kompetensi pengasuhan, tetapi juga menjadi mekanisme penting dalam membangun resiliensi keluarga. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan ekosistem pembelajaran informal dan nonformal yang didukung akses terhadap sumber belajar digital untuk memperkuat kapasitas pengasuhan dan keberlanjutan resiliensi keluarga.
Copyrights © 2026