Keterampilan literasi sains siswa sekolah dasar di Indonesia berada di tingkat rendah, dilihat dari skor PISA 2022 sebesar 383, jauh di bawah rata-rata negara OECD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis perkembangan penelitian keterampilan literasi sains siswa sekolah dasar di Indonesia periode 2016-2025 untuk mengidentifikasi tren, pola dominan, dan kesenjangan penelitian. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan analisis biblometrik menggunkaan VOSviewer. Artikel diperoleh dari dua basis data, yaitu Scopus dan Google Scholar melalui Publish or Perish, diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang mengahasilkan 48 artikel. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan. Tren publikasi meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir dengan puncak pada tahun 2025 ada14 artikel. Aspek konteks mendominasi (39,6%), komptensi (22,9%), pengetahuan (20,8%), dan sikap (10,4%) yang minim dieksplorasi. PBL, PjBL menjadi model yang mendominasi, sementara STEAM, STEM mendominasi pendeketan pembelajaran. Analisis VOSviewer menunjukkan literasi sains dan sekolah dasar sebagai central node dengan koneksi tertinggi, sementara game edukatif, virtual reality, dan media inovatif masih sangat jarang dieksplorasi. Terdapat kesenjangan penelitian minimnya penelitian di kelas rendah, dominasi aspek kognitif yang mengabaikan dimensi sikap, dan ketergantungan pada model PBL dan PjBL, serta sempitnya cakupan topik materi sains yang dikaji. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi peneliti selanjutnya untuk mengeksplorasi model, pendekatan dan media pembelajaran yang lebih beragam, memperluas cakupan subjek ke kelas rendah, serta mengintegrasikan aspek keterampilan literasi sains secara bersamaan. Hasil ini menegaskan urgensi pembelajaran literasi sains yang kontekstual, merata, dan selaras dengan Kurikulum Merdeka sebagai langkah nyata untuk peningkatan kompetensi sains siswa Indonesia di tingkat global.
Copyrights © 2026