Rekrutmen sektor publik di Indonesia masih menghadapi tantangan serius terkait integritas dan transparansi, khususnya pada institusi dengan rasio keketatan seleksi yang tinggi dan tahapan tatap muka yang rentan terhadap intervensi eksternal. Studi-studi terdahulu tentang transparansi rekrutmen umumnya terbatas pada tiga dimensi klasik yaitu keterbukaan, ketersediaan, dan kemudahan memahami informasi tanpa menyertakan dimensi integritas antikorupsi sebagai variabel terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat transparansi dan integritas pelaksanaan Seleksi Penerimaan Taruna Baru (PTB) Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) Tahun 2025 berdasarkan persepsi peserta yang dinyatakan lulus seleksi, dengan mengembangkan instrumen yang mencakup enam dimensi utama: keterbukaan informasi, ketersediaan akses informasi, kemudahan memahami informasi, keadilan prosedural dan kompleksitas tes, paparan potensi intervensi pihak ketiga, serta pemahaman batasan gratifikasi. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada 348 Taruna Baru STMKG Angkatan 2025, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi memperoleh kategori sangat baik dengan nilai rata-rata berkisar antara 4,36 hingga 4,82 pada skala 5. Dimensi pemahaman gratifikasi memperoleh nilai tertinggi (4,82), diikuti paparan potensi intervensi pihak ketiga (4,77) dan keadilan prosedural serta kompleksitas tes (4,74), sedangkan ketersediaan akses informasi memperoleh nilai terendah (4,36). Temuan ini menunjukkan bahwa PTB STMKG Tahun 2025 telah mencerminkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas yang kuat, sekaligus mengindikasikan bahwa nilai-nilai antikorupsi telah terinternalisasi dengan baik pada peserta yang lulus seleksi.
Copyrights © 2026