Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko paparan pestisida dan gangguan kesehatan pada petani. Pengetahuan dan sikap merupakan faktor yang dapat memengaruhi keterampilan petani dalam melakukan penanganan pestisida secara aman. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan keterampilan penanganan pestisida pada petani nanas di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 133 petani nanas yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, kuesioner sikap, dan lembar observasi keterampilan. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 116 orang (87,2%), sikap cukup sebanyak 89 orang (66,9%), dan keterampilan tidak terampil sebanyak 80 orang (60,2%). Pada responden berpengetahuan baik, 53 orang (45,7%) terampil dan 63 orang (54,3%) tidak terampil. Berdasarkan sikap, 29 orang (65,9%) dengan sikap positif terampil, sedangkan pada sikap cukup hanya 24 orang (27,0%) yang terampil. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan keterampilan penanganan pestisida (p < 0,05). Peningkatan keterampilan perlu didukung edukasi aplikatif, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan.
Copyrights © 2026