Pasar tradisional menghasilkan limbah organik yang berpotensi mendukung keberadaan lalat sebagai vektor mekanis berbagai penyakit, sehingga kondisi sanitasi lapak perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan komponen sanitasi lapak pedagang dengan kepadatan populasi lalat di Pasar Setono Betek Kota Kediri. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 122 lapak yang dipilih melalui proportional random sampling. Data sanitasi diperoleh melalui observasi menggunakan lembar checklist yang mencakup tempat penjualan, air bersih, saluran pembuangan air limbah, pengendalian vektor, dan pengelolaan sampah. Kepadatan lalat diukur menggunakan fly grill dan dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa 99 lapak (81,1%) memiliki kepadatan lalat rendah, 15 lapak (12,3%) sedang, dan 8 lapak (6,6%) tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara tempat penjualan, saluran pembuangan air limbah, pengendalian vektor, dan pengelolaan sampah dengan kepadatan populasi lalat (p<0,001). Komponen air bersih tidak dapat dianalisis secara statistik karena seluruh lapak tidak memenuhi persyaratan. Disimpulkan bahwa perbaikan sanitasi secara terpadu diperlukan untuk mendukung pengendalian lalat dan menciptakan lingkungan pasar yang sehat.
Copyrights © 2026