Dismenore merupakan nyeri perut bagian bawah saat menstruasi yang disebabkan oleh peningkatan produksi prostaglandin sehingga memicu kontraksi otot uterus. Di Jawa Tengah prevalensi dismenore mencapai 58%, sedangkan di Kota Surakarta mencapai 89,8%. Dismenore dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu pola tidur dan nafsu makan, serta menurunkan konsentrasi belajar sehingga berdampak pada prestasi akademik remaja. Aromaterapi lemon (citrus) salah satu metode nonfarmakologis yang memberikan efek relaksasi pada penurunan dismenore. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon (citrus) terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 65 siswi dengan sampel sebanyak 22 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi dilakukan dengan menghirup 3 tetes aromaterapi lemon (citrus) pada tisu selama 5 menit sebanyak 2 kali sehari saat dismenore. Uji analisis dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai median intensitas dismenore sebelum pemberian aromaterapi lemon (citrus) sebesar 3,00 setelah pemberian aromaterapi lemon (citrus) intensitas dismenore mengalami penurunan dengan median sebesar 2,00 selisih penurunan pada sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lemon (citrus) sebesar 1,00. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,234 dengan p-value <0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lemon (citrus) berpengaruh terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.
Copyrights © 2026