Dismenore merupakan salah satu keluhan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore adalah kompres hangat yang mudah, aman, dan dapat dilakukan secara mandiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di Posyandu Remaja Desa Cipeuteuy. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada 29 Mei–26 Juni 2026 dengan jumlah 20 remaja putri yang mengalami dismenore dan memenuhi kriteria inklusi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat bersuhu 37°C-40°C selama 20 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami penurunan skala nyeri setelah diberikan kompres hangat. Rata-rata skala nyeri sebelum intervensi sebesar 3,25 dan setelah intervensi menurun menjadi 1,55. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Z = -4,042 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian kompres hangat terhadap penurunan skala nyeri dismenore pada remaja putri di Posyandu Remaja Desa Cipeuteuy. Kompres hangat dapat digunakan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis dalam membantu mengurangi dismenore.
Copyrights © 2026