Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Anemia Yuyun Triani; Zulfa Mahdiatur Rasyida; Winarni Winarni
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 4 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v4i2.1401

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9%. Kondisi ini menunjukkan bahwa anemia di Indonesia menandakan angka yang mendekati masalah kesehatan masyarakat berat (severe public health problem) dengan batas prevalensi anemia yang lebih dari 40%. Sedangkan angka kejadian anemia pada ibu hamil di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2022 ditemukan sebanyak 5,6%.  Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Puskesmas Grogol Sukoharjo. Metodelogi: Penelitian kuantitatif, desain quasi eksperimen dengan rancangan pre-post test control group design. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 20 orang ibu hamil dengan anemia. Kemudian dikelompokkan menjadi 2 kelompok, satu kelompok dengan 10 orang ibu hamil dengan anemia yang diberikan zat besi dan ekstrak daun kelor, satu kelompok lagi dengan 10 orang yang hanya diberikan zat besi saja. Analisa data menggunakan Paired Sampel t Test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan terdapat perbedaan signifikan pemberian ekstrak daun kelor dengan hemoglobin (P value <0,001). Kesimpulan: pemberian ekstrak daun kelor berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil.
The Determinan Remaja Dalam Melakukan Penanganan Luka Sederhana Di Surakarta Tri Susilowati; Eska Dwi Prajayanti; Yuyun Triani
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.380

Abstract

Latar Belakang: Cedera merupakan penyebab utama kematian di dunia. WHO mencatat dari 4,4 juta kematian akibat cedera setiap tahun, sebanyak 3,16 juta disebabkan oleh cedera tidak disengaja dan 1,25 juta akibat kekerasan. Pada kelompok usia 5–29 tahun, tiga dari lima penyebab kematian tertinggi berkaitan dengan cedera, yaitu kecelakaan lalu lintas, pembunuhan, dan bunuh diri. Data Riskesdas 2018 menunjukkan remaja usia 15–24 tahun menempati urutan ketiga tertinggi kejadian luka di Indonesia (1,3%), dengan tingkat pendidikan tamat SMP paling banyak mengalami cedera (1,5%). Remaja memiliki aktivitas fisik tinggi dan rasa ingin tahu besar, sehingga berisiko mengalami cedera, terutama di lingkungan sekolah. Penanganan luka yang tidak tepat dapat menyebabkan infeksi dan kecacatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penanganan luka sederhana pada remaja di Surakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik cross sectional dengan 150 responden remaja perempuan, analisa data dengan menggunakan regresi logistik. Hasil: Hasil menunjukkan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap praktik penanganan luka sederhana adalah usia (p=0,000) dan dukungan teman (p=0,000), sedangkan sumber informasi (p=0,605) dan pendidikan (p=0,299) tidak berpengaruh. Kesimpulan: usia dan dukungan teman merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kemampuan remaja melakukan penanganan luka sederhana.
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat terhadap Penurunan Dismenore pada Remaja Putridi Posyandu Remaja Desa Cipeuteuy Denden Muhardianti; Yuyun Triani
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.293

Abstract

Dismenore merupakan salah satu keluhan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore adalah kompres hangat yang mudah, aman, dan dapat dilakukan secara mandiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di Posyandu Remaja Desa Cipeuteuy. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada 29 Mei–26 Juni 2026 dengan jumlah 20 remaja putri yang mengalami dismenore dan memenuhi kriteria inklusi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat bersuhu 37°C-40°C selama 20 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami penurunan skala nyeri setelah diberikan kompres hangat. Rata-rata skala nyeri sebelum intervensi sebesar 3,25 dan setelah intervensi menurun menjadi 1,55. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Z = -4,042 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian kompres hangat terhadap penurunan skala nyeri dismenore pada remaja putri di Posyandu Remaja Desa Cipeuteuy. Kompres hangat dapat digunakan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis dalam membantu mengurangi dismenore.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Pencegahan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) Di Desa Ngombakan Polokarto Sukoharjo Yuyun Triani; Istiqomah Risa Wahyuningsih; Siska Ningtyas Prabasari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8165

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja masih menjadi isu penting di masyarakat, khususnya terkait rendahnya pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap risiko kehamilan tidak diinginkan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, sosial, dan pendidikan yang serius apabila tidak ditangani secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah kehamilan tidak diinginkan di Desa Ngombakan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, diskusi kelompok, pelatihan edukator sebaya, serta pendampingan dan konseling kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan melibatkan 40 remaja usia 13–19 tahun yang tergabung dalam kelompok Karang Taruna, Posyandu Remaja, serta siswa sekolah menengah. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi partisipasi dan keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan tidak diinginkan, ditandai dengan meningkatnya skor post-test pada sebagian besar peserta. Selain itu, remaja menunjukkan sikap yang lebih terbuka dan aktif dalam diskusi serta terbentuknya kelompok remaja peduli kesehatan reproduksi sebagai wadah edukasi sebaya. Manfaat kegiatan dirasakan oleh remaja melalui peningkatan pemahaman, kepercayaan diri dalam mengambil keputusan sehat, serta tersedianya media dan layanan konseling kesehatan reproduksi di tingkat desa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif remaja dan kolaborasi dengan masyarakat desa merupakan pendekatan penting dan efektif dalam penguatan edukasi kesehatan reproduksi remaja berbasis komunitas.