Pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman awal kepada siswa sekolah dasar mengenai pengenalan emosi dasar, strategi regulasi emosi sederhana, serta pengalaman ekspresif melalui aktivitas mandala art. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan psikoedukatif-partisipatif berbasis pengalaman yang dilaksanakan di SDN 1 Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, pada 26 Agustus 2026 dengan melibatkan 24 siswa kelas VI berusia 11–12 tahun. Kegiatan dilaksanakan melalui dua aktivitas inti, yaitu psikoedukasi mengenai emosi senang, sedih, marah, dan takut serta praktik mandala art sebagai media ekspresif, sedangkan evaluasi dilakukan secara deskriptif observasional melalui respons siswa, keterlibatan selama kegiatan, catatan fasilitator, dokumentasi, dan penyelesaian karya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa dapat mengikuti dan merespons materi pengenalan emosi, mengikuti penjelasan mengenai strategi regulasi emosi sederhana, serta terlibat aktif dalam aktivitas mandala art dengan fokus dan mampu menyelesaikan karya individual. Simpulan pengabdian menunjukkan bahwa integrasi psikoedukasi dan mandala art dapat diterapkan sebagai pengalaman awal pembelajaran sosial-emosional bagi siswa sekolah dasar, meskipun hasil kegiatan belum dapat digunakan untuk menyimpulkan peningkatan regulasi emosi secara terukur karena evaluasi belum menggunakan pre-test–post-test maupun instrumen psikologis terstandardisasi.
Copyrights © 2026