Pemilihan metode pelaksanaan pekerjaan pelat lantai berpengaruh terhadap efisiensi penggunaan sumber daya proyek, terutama biaya, waktu, material, dan tenaga kerja. Bekisting konvensional masih banyak digunakan karena fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kondisi lapangan, tetapi metode ini membutuhkan tahapan perakitan dan pembongkaran yang menambah waktu serta penggunaan tenaga kerja. Sebaliknya, bondek berupa pelat baja profil yang dapat berfungsi sebagai bekisting permanen dan bagian dari sistem pelat komposit, sehingga berpotensi menyederhanakan tahapan pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan membandingkan biaya, waktu, dan kebutuhan tenaga kerja pada pekerjaan pelat basement, lantai 1, dan lantai 2 Proyek Pembangunan Kantor Pelayanan Pemerintah Daerah di Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif berbasis studi kasus. Data berasal dari gambar kerja, BOQ, volume pekerjaan, RAB, HSPK Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2026, AHSP, jadwal proyek, observasi, dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan biaya metode konvensional sebesar Rp873.694.000, sedangkan metode bondek sebesar Rp528.771.000. Selisih biaya mencapai Rp344.923.000 atau 39,48%. Durasi metode konvensional sebesar 107 hari, sedangkan metode bondek 59 hari, sehingga terjadi pengurangan durasi 48 hari atau 44,87%. Kebutuhan tenaga kerja juga turun dari 918 OH menjadi 108 OH. Hasil tersebut menunjukkan bahwa, berdasarkan data dan asumsi penelitian, metode bondek memberikan efisiensi yang lebih tinggi daripada metode konvensional. Namun, keputusan pemilihan metode tetap perlu mempertimbangkan kesesuaian desain struktur, spesifikasi produk, kondisi lapangan, dan persyaratan teknis yang berlaku.
Copyrights © 2026