Penelitian ini merancang ulang sistem penyiram cabai otomatis menjadi miniatur smart greenhouse berbasis Internet of Things (IoT) yang memantau kelembapan tanah, suhu udara, dan kelembapan udara, serta mengendalikan pompa air dan kipas exhaust menggunakan ESP32 dan Blynk. Revisi dilakukan karena suhu udara tinggi atau kelembapan udara rendah tidak selalu menunjukkan kebutuhan air pada media tanam. Sensor kelembapan tanah dijadikan parameter utama penyiraman, sedangkan sensor suhu digunakan untuk ventilasi aktif. Sistem menggunakan ESP32 DevKit V1, sensor soil moisture kapasitif, DHT11, relay dual channel, pompa air mini, kipas DC, OLED display, tandon air, selang irigasi tetes, dripper, adaptor 5V, terminal block, box elektronik luar, dan Blynk IoT Platform. Nilai sensor tanah dikonversi dari ADC 12-bit menjadi persentase kelembapan relatif berdasarkan titik kalibrasi kering dan basah. Logika kontrol menetapkan pompa aktif ketika kelembapan tanah kurang dari 55%, kipas aktif ketika suhu lebih dari 30°C, dan kipas mati ketika suhu kurang dari atau sama dengan 28°C. Kelembapan udara digunakan sebagai indikator mikroklimat dan peringatan, bukan pemicu pompa. Rancangan ini menghasilkan pembagian fungsi aktuator yang lebih jelas, mengurangi risiko overwatering, dan menyederhanakan implementasi miniatur greenhouse cabai.
Copyrights © 2026